Mengenalmu, adalah hal terindah sepanjang hidupku. Meski harus mengenal beberapa orang sebelum kamu, hingga berujung pada pertemuan kita. Jujur, kamu teramat istimewa. Sempurna, satu kata yang paling tepat tuk menggambarkanmu. Pembawaanmu yang tenang, dewasa, dan mata teduhmu yang selalu menenangkanku saat gelisah melanda. Kita mungkin bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda. Tapi bukankah perbedaan itulah yang memperkaya kita tuk bisa saling melengkapi?

Namun…sempurnamu kadang membuatku gelisah tak tentu arah manakala wanita wanita cantik di luar sana melirikmu, atau memberikan perhatian lebih di sosial mediamu. Tapi percayalah, ini bukan sifat posesifku padamu.. Akupun berusaha memahamimu, kamu juga butuh bersosialisasi. Dan biasanya, saat aku mulai cemberut karena cemburu, dengan santai kamu menggodaku, “kalau banyak yang suka sama aku itu artinya aku ganteng…” Setelah itu pasti tawa kita pecah, suasana lumer kembali..

Dan begitulah kisah kita bergulir. Lewat canda sederhana, kisah kita mengalir bagai air dan kita menikmati detik demi detik alunan itu. Meski tak tau kapan akan bermuara, tapi entahlah..aku begitu yakin padamu. Meski kita dihadapkan pada tembok perbedaan yang cukup tebal dan lipatan jarak yang bukan hanya sejengkal. Aku nyaman bersamamu, menikmati setiap perbedaan ini menjadi sebuah simphony. Kedengarannya klise, namun begitulah yang kurasakan padamu.

Mungkin perjalanan kita masih panjang, dan tak selamanya mulus. Hidup bukanlah jalan tol yang bebas hambatan. Banyak kerikil, kelokan tajam yang mau tak mau harus kita lalui. Entahlah, akupun tak tahu apa yang sedang direncanakan Tuhan untuk hubungan kita. Yang aku tahu saat ini aku mencintaimu, dan akan berjuang untuk itu.

Aku tahu Tuhan adalah sebaik baik penulis skenario. Meski aku tak mampu meramal masa depan, aku berharap namamulah yang tertulis dalam skenarioNya tuk mendampingiku selamanya. Membayangkan kelak nama belakangmu akan tersemat dibelakang namaku.. Melahirkan bayi kembar cewek dan cowok seperti impian kita.. Diam diam aku sudah menyiapkan sepasang nama bayi kembar untuk buah hati kita kelak.. Dan yang pasti, dibelakangnya ada namamu.. Kadang aku senyum senyum sendiri membayangkan itu. Kita dengan sepasang anak kembar, sedikit kewalahan namun sangat menyenangkan.

Advertisement

Kamu akan berteriak panik saat si kembar ganteng kita ngompol , sementara aku sibuk memakaikan baju bagi si kembar cantik.. Lalu kita ajak mereka berjemur di taman kota.. Lucunya..betapa kebahagiaan itu terasa sempurna.

Tuhan, Engkau pasti tahu betapa kami berusaha meraih impian itu. Impian sederhana kami, yang kami rangkai di sela sela canda kita. Untaian harapan yang kami rajut dari hati. Semoga Engkau mendengar doa kami dan mengabulkannya lewat catatan skenarioMu yang telah Kau tulis jauh jauh hari sebelum kami dilahirkan. Semoga memang dialah pemilik tulang rusuk, seseorang yang dicatatNya sebagai pendampingku selamaNya. Amiin