Sejak kepergian mu tiba-tiba waktu itu, aku belum bisa lagi untuk membuka diri. Bahkan aku putuskan untuk tidak membuka hati sama siapa pun, kecuali Allah kirimkan seseorang yang benar-benar menjadi jodoh ku. Bersama kamu, aku memang tidak pernah bermimpi untuk bisa menjadi seseorang satu-satunya dihidupmu atau menjadi pendamping yang seutuhnya untukmu. Karna sikapmu yang menunjukan ketidak seriusanmu itu membuat aku selalu ragu bahkan semakin ragu. Sampai saatnya kamu pergi tiba-tiba aku semakin yakin bahwa kamu tidak pernah ada keseriusan dalam hibungan ini.

Sejak saat itu, kamu harus tahu kata maaf saja tidak cukup untuk mengobati luka. Karna hati yang terlanjur rusak sulit untuk jadi baik lagi. Namun menyimpan dendam bukan lah pilihan yang baik.

Sakit hati ini saat kamu pergi membuat hati aku semakin bertanya, sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan sedemikian rupa hingga membuat aku gamang menghadapi semuanya. Dari semua cara yang kamu lakukan, kamu harus tau aku selalu membacanya dengan baik meski tak pernah kamu tulis. Mungkin aku adalah salah satu daftar wanita dalam pencarianmu untuk menemukan yang terbaik. Tapi jika kamu mencari pasangan yang baik, aku rasa akan selalu ada orang yang lebih baik dari pasanganmu sekarang ini dan kamu takan pernah menemukan yang terbaik jika selalu masih mencari. Karna pasangan yang baik itu bukan dicari tapi dibentuk.

Namun kenyamanan bersama kamu yang tak pernah aku temui pada siapa pun, cara kamu membimbing ku, membawa pengaruh-pengaruh baik dalam hidup ku. Kamu lah laki-laki pertama yang mengajakku dalam kebaikan dunia dan akhirat. Karena itu semenjak kamu hadir aku tidak tertarik lagi dengan laki-laki mana pun.

Yang aku harapkan dalam hubungan ini bukanlah sepasang kekasih yang saling mencintai, aku ingin hubungan kita tetap baik walau tidak lagi saling mencinta. Memang berat rasanya jika terus memaksakan perasaanku sendiri sementara dirimu mungkin tak pernah ada rasa, atau aku saja yang banyak menimbang asa agar terus bersama. Tapi yang aku ingin saat ini hanya ingin komunikasi kita tetap terjalin dengan baik seperti sebelumnya. Aku memang masih mengharapkan kamu kembali tapi bukan menjadi pasangan hidupku lagi, aku ingin kamu menjadi teman hidupku. Karena memutuskan hubungan special itu bukan berarti juga memutuskan hubungan silahturahmi. Kita masih tetap bisa saling menyapa walau tak ada lagi rasa. Mungkin beginilah lebih baik dan tidak akan pernah lebih lagi.