Tak ada seorangpun yang mengharapkan kegagalan. Dalam hal apapun, tentunya kita menginginkan keberhasilan. Namun, bukan hidup jika kita mendapatkan semua yang kita harapkan, dan bukan dunia jika tak ada perjuangan yang harus kita tunjukkan. Sudah berapa banyak pil pahit kegagalan yang kamu telan? Tetaplah bersemangat mengejar masa depan, karena kegagalan tak ubahnya seperti ramuan yang menguatkan!

Jangan, janganlah engkau menyerah. Hidup memang tidak pernah mudah, karena di dalamnya tersimpan kebahagiaan yang perlu kau usahakan. Jika engkau adalah salah satu di antara beribu lainnya yang tengah menderita dan berduka akibat kegagalan, angkat kepalamu dan tersenyumlah. Tidak ada kegagalan jika ia tidak menguatkan. Selama engkau mampu mengambil pelajaran, usaha yang engkau tunjukkan tidak pernah berujung sia-sia.

Tahukah engkau? Tuhan tidak pernah menilai hamba dari hasil yang ia dapatkan, melainkan usaha yang ia lakukan. Sebut saja Nabi Nuh, sosok yang ditinggikan derajatnya sebagai buah manis dari usaha dan kesabaran yang ia tunjukkan. Tak kurang dari 950 tahun beliau mengajak umatnya kepada kebaikan, tapi hasil yang ia peroleh tidaklah sepadan. Hanya segelintir pengikut yang mau menaiki bahtera bersamanya. Jika saja Tuhan menilai dari seberapa banyak umat yang mengikutinya, tentulah Nabi Nuh tidak akan disebut-sebut sebagai seorang yang ditinggikan derajatnya. Tapi tidak. Tuhan Maha Mengetahui dan Dia tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Nya, meskipun itu hanya setetes keringat yang terjatuh.

Masihkah engkau bersedih atas keberhasilan yang belum mampu engkau raih? Ayolah, hidup tidak selama yang engkau bayangkan dan waktu tidak pernah berhenti betapapun engkau inginkan. Jika hari ini begitu berat dan menyakitkan, pasti akan datang esok hari yang lebih melegakan. Terlalu berharga waktu yang engkau buang untuk menyesali kegagalan, karena ia tidak akan pernah kembali ke hadapan. Perbaiki hati, teguhkan keyakinan bahwa setiap orang layak mendapatkan hasil terbaik dari apa yang ia usahakan.

Tentu saja semua itu tidak mudah, ditambah keadaan yang seakan tidak mau diajak berkawan. Perasaan sakit, tidak berguna, dan rasa kecewa pasti menjadi penghalang terukirnya senyum indah di wajah. Jika demikian, cobalah rasakan bahwa semua yang engkau alami tidak lebih dari sekedar ujian kecil di antara beribu nikmat yang Dia berikan. Tinta telah mengering dan catatan takdir telah sempurna, hingga tidak ada alasan bagimu untuk meronta.

Advertisement

Daripada meronta dan menolak keadaan, mengapa tidak menerima dan mengikhlaskan? Dengannya pasti datang kemudahan.

Tumbuhkan dalam hati bahwa mengikhlaskan semua yang terjadi pada dirimu adalah satu-satunya cara untuk meringankan segalanya. Hempaskan perasaan malu, karena kegagalan bukanlah sesuatu yang memalukan jika usaha telah engkau kerahkan. Tersenyumlah dan berbanggalah, karena suatu saat nanti engkau akan mengingat masa ini sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju kesuksesan.