“Sebuah mimpi akan terwujud bukan karena keajaiban, tetapi karena keringat dan kerja keras”. – Intan Putri

Sahabat Hipwee tentu tidak asing kan dengan satu kata yang namanya mimpi?

Mimpi secara garis besar dapat kita tangkap sebagai cita-cita, harapan, sesuatu yang ingin dicapai atau diraih, mimpi juga dapat diartikan sebagai bunga tidur, kenapa disebut dengan bunga tidur?, karena ia akan datang saat kita tidur dan akan hilang saat kita bangun. Jarang ada seseorang yang mengingat mimpinya dengan sempurna, seperti bunga yang akan mekar pada saat musimnya, ketika tidak musim akan susah dicarinya.

Mimpi yang akan kita bahas kali ini yaitu mimpi yang berkenaan dengan cita-cita dan harapan kita.

Pasti semua dari kalian mempunyai mimpinya masing-masing kan? Dari kita kecil sampai kita dewasa nanti, mimpi akan selalu punya rahasianya sendiri, mungkin dari kita ada yang masih ingat dengan cita-cita kita saat kita ditanya guru kita dulu waktu disekolah dasar? Ada yang bercita-cita jadi pilot, jadi tentara, jadi guru, jadi dokter, dan lain-lain. Waktu kita kecil, kita punya perasaan yang sangat indah, yaitu perasaan bahwa segala sesuatu itu baik, bahwa setiap harinya dalam hidup kita menjanjikan keindahan, kegembiraan dan petualangan seru.

Advertisement

Tapi saat kita tumbuh dewasa, tanggung jawab, masalah dan kesulitan membuat kita kehilangan perasaan itu, kita jadi kecewa, perasaan yang dulu kita punyai seakan memudar. Mimpi-mimpi kita yang sangat tinggi dulu seolah sangat berat untuk kita raih pada saat kita beranjak dewasa.

Percayakah kalian dengan keajaiban?

Seorang penulis bernama Roald Dahl (1916-1990) mengatakan bahwasanya “Mereka yang tidak percaya dengan keajaiban, tidak akan pernah menemukannya.”

Yang jadi pertanyaan kita, apakah waktu kita kecil dulu kita percaya dengan keajaiban? Bahwa keajaiban akan membuat kita menjadi guru, menjadi dokter, tentara dan lain sebagainya?

Sebagian dari kita yang beranjak dewasa pasti akan menjawab, tidak! Kita tidak percaya dengan keajaiban, kita tidak percaya bahwa dengan keajaiban dapat membuat kita meraih mimpi-mimpi kita, dengan kerja keras dan keringatlah kita dapat meraih mimpi-mimpi itu. Kalian coba lihat Albert Einstein, ilmuwan yang brilian di zamannya, atau kita lihat James Watt yang berhasil menemukan mesin uap, atau jangan jauh-jauh kita dapat lihat mantan Presiden kita, B.J Habibie yang berhasil menjadi Presiden serta membuat pesawat yang membuat mata dunia terheran-heran dan berdecak kagum walaupun akhirnya beliau tidak dihargai.

Mereka semua adalah contoh dari kerja keras dan keringat dalam menggapai mimpi-mimpi mereka, mereka jauh-jauh sekolah hingga ke jenjang yang tinggi, rela meninggalkan rumah dan negara mereka, melakukan riset-riset yang melelahkan dan menyita waktu dan tenaga mereka. Lantas mana orang yang berhasil meraih mimpinya hanya dengan menunggu keajaiban?

Roal Dahl benar, selama ini tidak ada orang yang pernah kita dengar berhasil meraih mimpinya karena hanya menunggu keajaiban, alasanya karena kita tidak pernah mempercayai keajaiban itu, selama kita tidak pernah mempercayai keajaiban itu selama itu pula mimpi kita hanya akan jadi angan-angan kosong.

Bagi orang yang percaya dengan keajaiban, mereka juga akan percaya, bahwa nikmat hidup kita ini adalah keajaiban, kita bisa menghirup udara segar di pagi hari, dapat mendengar lagu-lagu merdu yang diputar lewat handphone kita, itu semua adalah keajaiban yang diberikan Tuhan untuk kita syukuri, dengan percaya keajaiban itu ada kita akan bekerja keras dengan peluh keringat, karena kita sadar, dengan kerja keras dan keringat, kita akan membayar semua keajaiban itu. Kita mensyukuri semua keajaiban itu dan kita memaksimalkanya dengan kerja keras dan keringat.

Tuhan memang tidak akan pernah kehilangan akal untuk membimbing umatnya, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan dari daun yang jatuh pun kita dapat belajar darinya, tergantung dari kita sendiri, apakah peka dengan pelajaran-pelajaran itu atau acuh dengan pelajaran itu dan sibuk dengan urusan kita sendiri.

“Tuhan akan malu mengabulkan mimpi-mimpi hambanya, sedangkan ia percaya dengan adanya keajaiban, lalu dengan keajaiban itu mereka bekerja keras dengan tetesan keringat.”-Tandean