Tak terasa tiga tahun berlalu, tak menyangka, kita masih tetap bersama, meskipun banyak masalah yang menghantam diri kita, tapi engkau tetap bertahan denganku, begitupun diriku.

1. Tanda Bahwa Memang Kaulah Milikku.

Selama ini aku pernah berfikir untuk melepasmu, berbagai cara telah aku lakukan, agar engkau menjauhiku, namun apa daya, cintamu begitu kuat padaku, bahkan engkau sampai bertemu kedua orang tuaku, engkau mengatakan pada mereka. “Buk, aku sangat mencintainya, Aku tak ingin kehilangannya.” Sambil engkau meneteskan air mata, dari itu aku yakin cintamu memang tulus.

2.Perlakuanmu Terhadapku Begitu Istimewa.

“Mengapa kau perlakukan aku dengan sebaik itu?” Layaknya ratu di cerita Bollywood. Apapun yang ku inginkan, kau kabulkan. “Apa istimewanya diriku untukmu?”. Aku tak mau diperlakukan seperti ini. Aku takut akhirnya engkau menyesal padaku nanti.

Advertisement

3.Pengorbananmu Sungguh Tulus Untukku.

Dari kesemua hal itu, kau diam dan hanya menjawab “Aku mencintaimu sayaang”. Perkataanmu serasa benar-benar serius dari hatimu. Aku sedikit malu dan bingung.”Apa sih cinta?” “Mengapa cinta membutakan semua?” “Mengapa cinta membuat orang bisa berubah?” Membuat orang menjadi lebih kuat, ”Membuat orang menjadi terlena?”.

Aku hanya manusia biasa, layaknya manusia lain. Aku memang suka diperlakukan seperti itu, tapi aku merasa berhutang budi padamu, biarlah. Jangan engkau manjakan aku.

4.Aku Bersyukur Memiliki Orang Sepertimu.

Berkali-kali aku bilang, perlakukan aku seperti biasa, tapi kau keras kepala, dan tetap pada pendirianmu. “Katamu: Sayang, kamu orang berbeda dari semua orang yang aku kenal. Serasa kujawab: “Apa maksudmu mengatakan seperti itu?” dan kau membalas: Entah apa, tapi kamu sungguh orang yang aku inginkan.

Dengan wajahku yang sedikit malu-malu, terlintas langsung “Ah..itu hanya gombalmu, tapi kau menjawab: “Itu bukan gombal, aku mengatakannya serius, memang itu yang ada pada dirimu. Dan akupun tersenyum mendengarnya.

5. Karena Itu, Aku Jadi Yakin, Mungkin Engkau Memang Ditakdirkan Tuhan Untukku.

Kesadaran yang baru aku sadari dari hal ini, membuatku lebih mengerti atas semuanya. Kesetiaanmu memang benar nyata adanya. Romantismu memang bukan pada ucapanmu tapi dalam tindakanmu. Kita memang sering bertengkar, tapi Cuma sebentar, dan kita dapat mengendalikannya.

Pernah sempat lagi hati ini untuk mencoba melupakanmu, bersifat aneh kepadamu, karena alasan tertentu, tapi serasa itu sangat susah. Begitu banyak kenangan kita. Di saat aku butuh bantuan, engkau selalu hadir dan membantuku, “Apa itu Cuma kebetulan?”. Dan terus hal itu terjadi.

Mungkin ini cara tuhan untuk mengirimkanmu untukku, belahan jiwaku, jodohku. Dan kelak aku berharap bisa menikah denganmu. Terimakasih sayang atas apa yang kau berikan selama ini padaku. Entah apalagi yang harus aku katakan. Tapi engkau begitu berarti bagiku.

Aku mencintaimu.