Pada masa sekarang ini, era digital termasuk media sosial, sudah berkembang dengan pesat. Informasi dapat diperoleh dan dibagi dengan mudah. Informasi juga dapat dengan mudah dibuat. Ketika seseorang mempunyai informasi tertentu yang menurutnya menarik, ia dapat menuliskan informasi tersebut, lalu membagikannya ke masyarakat luas dengan bantuan internet atau media sosial.

Informasi yang tersebar di internet dapat merupakan informasi yang positif maupun informasi yang negatif. Salah satu informasi yang positif adalah informasi yang berkaitan dengan tokoh-tokoh inspiratif.

Di internet, banyak sekali berita mengenai tokoh-tokoh inspiratif, mulai dari yang lokal hingga yang internasional, mulai dari yang muda hingga yang tua. Membaca berita mengenai tokoh-tokoh inspirational, terutama cerita-cerita di balik kesuksesan atau keberhasilan mereka, dapat membuat seseorang termotivasi untuk bisa mengikuti jejak mereka.

Namun, di sisi lain hal tersebut juga dapat membuat seseorang merasa down, merasa dirinya tidak berguna, atau kecil karena belum bisa menghasilkan apa-apa atau pencapaiannya jauh di bawah mereka, terutama jika tokoh yang dibaca mempunyai usia yang kurang lebih sama dengan orang tersebut.

Tidak sedikit orang yang pada usia-usia tertentu merasa down karena merasa belum mempunyai pencapaian tertentu, terutama jika orang-orang di sekitar atau teman-teman sudah mencapai sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Tidak menutup kemungkinan bahwa tekanan-tekanan yang ada, baik secara langsung atau tidak langsung, dapat membuat seseorang merasa stress, depresi, dan merasa diri tidak berdaya atau tidak berguna.

Advertisement

Padahal, tidak harus perlu mencapai sesuatu yang besar untuk bisa bangga terhadap diri sendiri atau merasa diri sendiri hebat, karena sebenarnya ketika seseorang masih bisa menjalani hidupnya sendiri, itu sudah merupakan suatu pencapaian dan seseorang seharusnya bangga akan hal tersebut.

Sejak sebelum dalam kandungan ibu, sebenarnya setiap manusia sudah harus berkompetisi. Mereka harus berlomba dengan beribu-ribu kandidat untuk bisa terbentuk di janin ibu, dan hanya satu yang dapat menang yaitu seseorang yang dapat terlahir ke dunia ini. Ketika dalam kandungan ibu, seseorang juga harus dapat berjuang selama sembilan bulan untuk dapat bisa bertahan dan lahir ke dalam dunia. Tidak semua yang sudah menang dan berada dalam kandungan ibu dapat bisa terlahir ke dunia ini. Jadi, sebenarnya ketika seseorang sudah dapat terlahir ke dunia ini, berarti dia sudah berhasil melalui proses yang cukup panjang dan itu sendiri sudah merupakan pencapaian.

Ketika seseorang mulai terlahir ke dunia ini dan menjalani hidup, maka seseorang pasti akan mengalami berbagai macam tantangan dan kesulitan. Semakin berkembangnya seseorang, maka tantangan dan kesulitan yang dihadapi juga semakin kompleks. Sebagai contoh, ketika masih batita mungkin tantangan dan kesulitan yang dihadapi adalah harus jatuh berkali-kali untuk dapat berjalan, tetapi ketika dewasa mungkin seseorang harus mengalami sakitnya kehilangan, pengkhianatan, dsb. Ketika seseorang sudah sampai tahap perkembangan atau usia tertentu, maka kemungkinan ia sudah melewati fase perkembangan sebelumnya, berarti sebenarnya seseorang tersebut juga sudah melewati kesulitan dan tantangan pada fase perkembangan sebelumnya. Hal tersebut memperlihatkan bahwa sebenarnya untuk sampai pada tahap usia tertentu, harus melewati proses yang panjang dan juga sudah merupakan suatu pencapaian.

Tidak sedikit orang yang mungkin berpikir bahwa hal tersebut bukan merupakan suatu pencapaian yang spesial, karena hal tersebut merupakan hal yang wajar, harus, dan mau ga mau dilewati seseorang. Selain itu, banyak orang juga yang bisa melewatinya. Mungkin memang banyak orang yang bisa melewatinya karena seseorang memang cenderung melihat orang-orang yang bisa melewatinya. Orang-orang yang bisa melewatinya lebih mudah untuk terlihat, bahkan mungkin orang-orang di sekeliling juga banyak yang sudah melewatinya.

Akan tetapi, sebenarnya banyak juga yang tidak bisa melewati proses tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa lebih banyak yang tidak berhasil dibandingkan yang berhasil. Hanya saja terkadang seseorang tidak melihat atau memang tidak bisa terlihat karena memang orang-orang tersebut sudah tidak berada di dunia ini lagi.

Ketika seseorang sudah berhasil lahir ke dunia ini, orang tersebut sudah mengalahkan beribu-ribu kandidat, yang artinya beribu-ribu kandidat tersebut sudah "gagal". dan karena "gagal" jadi tidak terlihat lagi. Banyak juga orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena berbagai macam alasan. Walaupun mereka mempunyai alasan mereka masing-masing, tetapi ketika mereka memilih untuk mengakhiri hidup artinya mereka menyerah menjalani hidup mereka. Berarti mereka juga "gagal" karena menyerah (tidak berhasil) melewati proses yang ada. Hal-hal tersebut memperlihatkan bahwa ketika seseorang masih dapat hidup dan menjalani kehidupan, orang tersebut merupakan orang-orang yang sebenarnya seorang pemenang, sudah berhasil melewati proses seleksi alam yang tidak semua dapat melewatinya.

Bukankah hal tersebut sudah merupakan suatu pencapaian yang seharusnya dapat dibanggakan?

Ketika kita merasa bahwa diri kita tidak berguna, tidak berharga, atau merasa diri kita tidak mampu untuk melakukan sesuatu,kita perlu mengingat kembali pencapaian yang telah kita buat. Ketika kita merasa tidak mempunyai kemampuan untuk mencapai sesuatu, mungkin terlalu memandang rendah (underestimate) diri kita sendiri, karena sebenarnya kita mampu dan sudah berhasil melewati setiap proses rentan atau kritis (dalam masa kandungan dan masa bayi) dalam kehidupan kita, maka sebenarnya kita mempunyai kemampuan untuk bisa bertahan dan melewati tantangan dan kesulitan yang ada atau mencapai sesuatu yang lebih lagi.