Dalam hidup, kita pasti punya orang-orang yang kita sayangi, baik keluarga, pasangan, atau teman. Penulis juga yakin pasti kamu juga menyayangi mereka. Kamu selalu memikirkan mereka, senang bertemu mereka, senang berbicara dengan mereka. Penulis yakin kamu orang sudah mengucapkan kata-kata manis yang sudah meluluhkan hati orang-orang yang kamu sayangi. Kamu sudah bilang kalau kamu sayang orang tuamu, sayang pasanganmu, sayang temanmu. Walau begitu, apa rasa sayang yang kamu curahkan ke mereka sudah cukup? Tidak.

Sebagai contoh, ada seorang anak yang pergi merantau ke luar kota untuk kuliah. Orang tuanya sudah membanting tulang hanya untuk membiayai kuliahnya. Mereka lakukan apapun yang mereka bisa supaya bisa melihat anaknya mendapat gelar sebelum mendapat pekerjaan yang layak. Bukan hal yang aneh jika mereka berharap banyak. Selain itu, tiap kali anak itu kembali ke rumah, dia selalu bilang kalau dia sayang orang tuanya.

Anak itu tahu apa yang orang tuanya lakukan, namun apa yang dia lakukan justru berbeda dengan apa yang orang tuanya harapkan. Dia sering bolos kuliah, menghabiskan uangnya sesukanya, dan mendapat nilai yang kurang memuaskan. Semua itu dia lakukan seolah-olah dia lupa dengan apa yang dia ucapkan waktu dia bertemu orang tuanya. Harusnya anak itu bisa membalas budi orang tuannya dengan menjalani kehidupan kuliahnya dengan baik dan mendapat hasil maksimal.

Contoh lain, ada seorang cowok yang bilang ke ceweknya kalau dia sayang dan peduli. Sudah tidak terhitung berapa gombalan dan candaan yang keluar dari mulutnya. Hubungan mereka langgeng seperti orang yang baru saja menikah. Hubangan yang dia jalin terus berlanjut, namun suatu saat pacarnya minta bantuan untuk angkut barang saat pindah kos, dia bilang dia sibuk. Padahal, kenyataannya dia hanya sedang malas hanya karena dia begadang semalaman untuk main video game. Dia nyaman-nyamannya merebahkan badannya di atas kasur empuk saat pacarnya sedang angkut-angkut barang. Padahal, si cowok bisa menunjukkan kepeduliannya dengan membantu pacarnya.

Dalam lingkup persahabatan, seorang sahabat harusnya bisa saling menghargai sahabatnya. Misalnya, ada seorang bernama A yang punya teman bernama B. Mereka sahabat akrab yang sudah sering saling menolong satu sama lain dan terlihat sangat klop dan kompak di mata orang lain seolah-olah mereka tidak bisa dipisahkan. Mereka juga mengungkapkan kalau mereka sudah berteman baik dan akan mengargai satu sama lain.

Advertisement

Suatu saat, mereka mendapat tugas kelompok penting yang harus dikerjakan mereka berdua. Mereka sepakat untuk membagi tugas; setengah tugas dikerjakan oleh A, dan sisanya dikerjakan B. Setengah dari tugas itu sudah diselesaikan A, namun B hanya tidak mengerjakannya karena dia terus menunda-nunda apa yang harus dia kerjakan, padahal tidak ada yang menghalanginya untuk mengerjakan. Satu hari menjelang deadline, A terpaksa mengerjakan seluruh tugas yang harusnya dikerjakan B. Seharusnya B membantu A untuk membuktikan kalau mereka menghargai kewajiban masing-masing.

Sudah sering kita mengungkapkan dengan kata-kata yang keluar dari mulut. Walau begitu, kata-kata saja tidak cukup untuk membuktikan kalau kita peduli. Kita perlu bertindak untuk membuktikannya dan membuat kita terlihat benar-benar peduli. Ayo, mulai sekarang tunjukkan kalau kamu peduli orang-orang yang kamu sayangi dengan tindakan, bukan sekedar kalimat-kalimat sayang.