Manusia itu terlahir sebagai makhluk yang tidak tahu apa-apa. Tapi Allah memberinya akal sebagai modal untuk mempelajari ilmu. Kau diberi akal untuk meninggalkan kampung halaman. Untuk mencari ilmu atau kehidupan yang lebih luas lagi. Sepanjang perjalanan dalam perantauan kau pernah terjatuh lalu kemudian bangkit. Bangkit bukan karena malu. Melainkan bangkit karena itulah satu-satunya pilihan yang takkan membuatmu mati dalam raga yang bernafas. Kau sudah terlalu biasa untuk berjalan sendiri. Bahkan jatuh pun kau harus bangkit sendiri.

Bukan kau tak punya teman ataupun keluarga. Tapi bagimu merepotkan orang lain tidak ada dalam prinsip. Kau tak ingin mati dalam kegagalan meskipun kau bernapas. Kau selalu yakin dalam ayat Nya yang artinya:

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu. Ia sangat menginginkan kamu bahagia. Amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang yang beriman. Bil mu’miniina raa`ufur rahiim”

Ini bukan hanya untuk perantau yang mengejar impiannya, namun kisah ini juga bagi orang-orang hebat yang ingin perubahan. Menjadi seorang perantau bukanlah hal yang mudah. Karna kau harus berinteraksi dengan orang-orang baru yang berbeda adat istiadat, sifat, dan sikap denganmu.

Tetapi berkat pesan orang tuamu kau selalu bisa menjalani kehidupanmu sebagai perantau. Kau sangat menikmati kehidupanmu meskipun kau hanya seorang diri. Kau selalu bahagia tanpa pernah menunjukkan muka sedih ke setiap orang yang mengenalmu.

Advertisement

Kau selalu berpikir jika kau tak pernah menyesal hidup jauh dari orang tua. Karna kau belajar kau bisa lebih mandiri dalam mengatasi sebuah permasalahan. Kau tak pernah ragu membuat keputusan, bagimu kesempatan datang seperti kupu-kupu yang hinggap sebentar dibunga kemudian ia kan terbang lagi dan pergi untuk menghampiri bunga lain. Mereka memilih apa yang menjadi keyakinan karena yakin, kemudian mereka akan berusaha untuk memperjuangkan pilihan tersebut.

Merantau akan membuka matamu pada berbagai hal-hal baru. Menuntutmu menuju sesuatu yang benar-benar kamu inginkan selama ini. menemukan apa yang sebenarnya jadi panggilan hidupmu. Percayalah para perantau adalah pejalan sejati.