Percayalah bahwa terkadang hidup ini tak seindah drama Korea

Bertabrakan dengan seorang pria tampan lalu jatuh cinta dan pacaran atau bertemu dengan oppa-oppa tampan di mall dan kemudian menjadi kekasihnya, itu adalah dua dari sekian banyak khayalanku, sebuah khayalan yang terjadi akibat dari terlalu banyak menonton drama Korea. Percayalah bahwa hidup ini tak seindah drama Korea atau bahkan bisa lebih menyedihkan dari drama Korea itu sendiri.

3 tahun yang lalu saat seragam putih biru secara sah berganti dengan seragam putih abu-abu, saat itulah aku mulai mengenal dirimu dengan cara yang biasa, tak terlalu berkesan ataupun seperti yang biasa kutonton dalam drama kesukaanku. Menjadi teman sekelasmu selama tiga tahun membuatku terbiasa denganmu, mengetahui dirimu dengan lebih mendalam dan membuatku memahami segala kekuranganmu dan membuat kita menjadi semakin akrab layaknya teman biasa.

Perlahan benih itu mulai tumbuh dalam hatiku

Percayalah bahwa perasaan cinta dapat tumbuh karena terbiasa, 3 tahun mengenalmu membuatku semakin nyaman denganmu dan menyukaimu bukan sebagai teman sekelas tetapi sebagai seseorang yang spesial, seseorang yang membuatku bersemangat untuk bersekolah, seseorang yang membuatku bersemangat untuk meraih peringkat sepuluh besar dalam kelas. Aku ingin kau terkesan padaku dan aku menyukaimu sama seperti apa yang dirasakan anak SMA pada umumnya, tak terlalu dramatis. Aku bahagia dengan perasaan yang kumiliki saat itu.

Advertisement

" Kau sudah seperti keluarga sendiri, kau seperti adik perempuanku."

Rasanya seperti ada yang menyiramkan seember air es kepadaku, perkataanmu pada bulan Desember itu mampu membuat sebagian dari duniaku runtuh seketika, perkataanmu membuatku menyadari bahwa selama tiga tahun ini aku hidup dalam khayalanku, sebuah khayalan atau mimpi bahwa kau juga menyukaiku.

Percayalah bahwa malam setelah kau mengatakan hal itu aku menangis. Aku menangisi kebodohanku karena menganggap kau juga menyukaiku. Aku menangis karena baru menyadari bahwa selama ini aku terjebak dalam khayalanku. Terjebak dalam mimpi-mimpi konyolku bahwa kau juga menyukaiku dengan segala perhatian yang kau berikan padaku dan menangis karena aku tak terlalu berani untuk menyatakan perasaanku padamu dan bertahan dengan segala kondisi ini.

Aku berharap bahwa ini adalah mimpi, sebuah mimpi buruk

Aku benar-benar berharap bahwa saat kau mengatakan hal itu adalah sebuah mimpi, di mana saat aku terbagun maka semua itu akan berakhir atau aku benar-benar berharap bahwa ini adalah sebuah drama yang biasa kutonton di mana aku bisa merombak jalan ceritanya setidaknya membuatnya menjadi happy ending. Nyatanya ini adalah sebuah kenyataan, ini bukanlah sebuah mimpi ataupun sebuah drama Korea dengan segala keindahannya.

Jika dalam drama maka aku adalah sang second lead syndrome

Jika ini adalah sebuah drama Korea maka, aku adalah second lead female, seseorang yang selalu ada di sisi sang pemeran utama dan seseorang tetap mencintai sang pemeran utama dengan segala rasa sakit yang harus ia terima serta seseorang yang tetap bisa tersenyum melihatmu bersama dengan orang lain. Kau telah bahagia dengannya, bersama dengannya bisa kulihat senyummu setiap hari dan biarlah kau dengan kebahagiaanmu yang baru dan aku dengan segala kepedihan yang kumiliki.

Aku tulus berdoa agar kau bahagia dengannya

Cukup dengan melihatmu bahagia mampu membuaku tersenyum tanpa sadar, kisahku memang tak seindah drama Korea, ah lebih tepatnya aku adalah second lead female dan kau adalah pemeran utama yang mendapatkan kebahagiaanmu pada akhirnya. Setidaknya biarkan aku tetap menjadi adikmu, menjadi setitik bagian dalam hidupmu. Sampai aku bisa melupakan perasaan ini dan tulus menganggapmu sebagai seorang sahabat.