Lelah rasanya, jika berkali-kali masih bertemu dengan orang yang sama. Orang yang mendekati kita bukan karena cinta, tapi seolah-olah ada maunya.

Barangkali ada di antara kalian yang tengah gelisah menunggu sebuah pertemuan? Sebuah pertemuan yang entah dengan siapa, entah di mana dan entah kapan. Barangkali ada di antara kalian yang telah mulai lelah berharap dan menyusun jawaban untuk setiap pertanyaan yang kadang begitu saja terlempar dari bibir orang-orang?

Padahal, kalian sendiri lah yang paling sering bertanya kepada diri sendiri, kepada langit pada malam-malam ketika kalian berdiam sendirian. Barangkali ada di antara kalian yang kadang menatap penuh keinginan pada para sahabat yang telah lebih dulu menemukan kebahagiannya bersama dia, yang disebut sang belahan jiwa?

Barangkali kalian pun mulai bertanya-tanya: kenapa, ada apa, apa yang salah, apa yang kurang pada diri kalian? Kalian pun mulai senang membaca buku-buku, artikel, cerita, motivasi, apapun yang berhubungan dengan proses penantian dan pencarian itu. Kalian mulai belajar berdamai dengan masa lalu untuk bisa menyambut masa depan dengan dada yang lapang. Kalian mulai berproses untuk terus belajar memperbaiki diri, menjadi seseorang yang lebih baik dengan kepercayaan bahwa akan datang pula seseorang yang baik untuk kalian.

Tapi mengapa dia tak kunjung datang?

Advertisement

Kalian, terutama para perempuan, barangkali akan mulai menatap cermin dan mengamati pantulan wajah sendiri sambil bertanya: apakah karena wajah ini, apakah karena penampilan ini, apakah karena aku kurang cantik?

Kalian telah memperbaiki diri dari segala sisi, bahkan mungkin termasuk soal tampilan fisik. Kalian mungkin telah menyentuh bedak, lipstik, maskara, eyeliner, belajar countouring wajah dari berbagai video tutorial, dan juga menilik fashion terbaru masa kini. Namun, seorang perempuan selalu memiliki rasa dan pemikiran yang rumit seperti labirin tak berujung. Usai tuntas satu kekhawatiran, selalu muncul kekhawatiran lain yang sebenarnya adalah ketakutan pada hal-hal yang belum terjadi.

Apakah aku masih kurang cantik? Apakah penampilanku berlebihan? Apakah aku tidak terlihat menarik?

Wajar. Bahkan, perempuan yang telah dicintai kadang-kadang masih menanyakan hal itu pada lelakinya.

Hanya satu hal yang perlu kalian ingat, dan ini klise sekali. Yang dicari sesungguhnya dalam penantian itu adalah kenyamanan, bukan hanya tentang kecantikan!

Percayalah. Meskipun laki-laki memang menyukai kecantikan, tapi bukan itu hal utama yang mereka cari. Untuk seseorang yang akan diajak hidup selamanya, kenyamanan adalah hal yang lebih penting! Bahkan, Dia berfirman bahwa diciptakan pasangan untuk manusia agar dia mendapat ketenangan hati.

Tapi, kalian juga harus bertanya pada diri sendiri; sudahkah kalian meruntuhkan kriteria-kriteria soal fisik dan penampilan itu dari benak kalian? Jangan sampai kalian risau tentang penampilan sendiri karena kalian juga melihat orang lain dengan kacamata yang kalian takutkan itu.

Dengan seluruh usaha yang telah kalian lakukan, dengan seluruh kepercayaan diri, jadian penantian itu menjadi lebih berarti. Sebab, memantaskan diri bukan hanya mencari yang terbaik, tapi menjadi lebih baik demi yang terbaik yang akan datang.