Ku teguk secangkir kopi yang mulai dingin, seperti hati yang mulai membeku dalam ruang rindu. Bentangan jarak ini menjadikan kisah ini bisu, hanya mampu memendam rindu. Ku hela sejenak nafasku, kulayangkan kembali memoriku pada waktu itu…

We meet people for a reason. Either they are a blessing or a lesson

Bahkan kita mengerti betul bahwa daun yang jatuh sudah dalam rencananya, karena Tuhan tidak pernah melempar dadu. Semua yang terjadi dalam buku kehidupan kita, sudah ada dalam rencana-Nya. Tuhan menggariskan sebuah pertemuan untuk sebuah alasan. Sepeeti semesta mendukung, bagaimana aku dan kamu yang berasal dari dua daerah yang berjauhan bertemu dalam suatu tempat tanpa direncanakan, tanpa kita pernah mengenal sebelumnya, lalu saling memperkenalkan, dan terlarut dalam perasaan (?)

Fate decides who comes into your life, but your heart decides who stays

Pertemuan hanyalah sebuah garis untuk aku bertemu dengan kamu, namun kenyamanan ini membawa kita tetap tinggal dalam lembaran yang sama ini. Waktu membawa aku dan kamu pada suatu kenyamanan yang entah bagaimana sulit untuk diungkapkan, namun jelas, aku dan kamu merasakan. Sekalipun aku dan kamu enggan mengakui keberadaannya, namun cinta di sudut kedalaman hati sana menunggu aku dan kamu menjadi kita untuk mengakuinya. Aku dan kamu hanya berlalu mengikuti arus yang ada, berharap takdir yang akan menegaskan bagaimana kisah ini sebenarnya. Namun ternyata jalan ini hanya meninggalkan sebuah tanda tanya besar yang membutuhkan kehadiranmu untuk menjawabnya, persahabatankah? atau perasaan cinta seorang sahabat?

Advertisement

You're my favourite hello, and my hardest goodbye

Masih terekam jelas bagaimana senja kala itu, bahkan hingga kini, tak aku dapati lagi senja yang sama. Mungkin memang karena senja itu sendiri ataukah karena ada dirimu disisiku untuk menikmati senja itu hingga matahari terbenam dan kembali ke peraduannya. Entahlah, itu semua tetap menjadi tanda tanya bersamaan dengan langkah kakiku dan kakimu mulai meninggalkan tempat itu dan kembali pada dunia masing-masing. Kamu tahu? Dalam hatiku penuh dengan banyak untain kata yang menginginkanmu tetap disisiku. Sangat ingin kuteriakkan tepat di depan wajahmu, agar kamu memahami bagaimana perasaan yang tengah membuncah dalam hati itu. Namun, bibirku kelu dan kubiarkan semua perasaan-perasaan itu berlalu tak tersampaikan.

Hai pemilik rinduku, bisakah aku dan kamu reuni senja sembari bercerita kisah yang lalu? Bisakah aku dan kamu mengakui perasaan yang terkubur oleh jarak dan waktu untuk menjadi kita yang baru? Aku menunggu 🙂