"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Ah, berbicara mengenai rindu tidak ada habisnya ketika kamu mulai melangkahkan kaki pergi menuju tanah tempat kamu berjuang demi masa depan. Ketika kamu mulai memelukku, mencium keningku, kemudian melangkah menjauh sambil melambaikan tangan, kamu tau? Rindu itu sudah muncul. Rindu itu tidak adil. Selalu saja bertambah dan terus bertambah.

Apakah kamu disana merindukan aku juga? Kamu tau sayang? Ketika rindu mulai gaduh, aku hanya bisa melihat foto-foto kita, memejamkan mata dan membayangkan kamu berada di dekatku. Tidak banyak yang bisa aku lakukan disini. Aku hanya selalu berusaha untuk bertahan dengan jarak yang membentang ribuan kilometer, bertahan dengan perbedaan waktu yang tak tentu, dan bertahan dengan minimnya kabar darimu.

Berat memang ketika aku harus berjauhan dengan mu. Berat, bahkan pada awalnya terlalu banyak air mata yang mengalir karena menahan rindu. Sesungguhnya, jarak bukan masalah yang terlalu berarti untukku. Namun, kabar darimu yang tidak menentu yang menyebabkan perasaanku menjadi kacau. Kuatir? Ya tentu saja. Kamu bisa bayangkan? Kita berjauhan ribuan kilometer, kamu tidak ada kabar selama beberapa minggu apakah aku bisa tenang? Tidak sayang. Aku cemas. Aku tidak pernah tau apa yang akan terjadi.

Kamu bilang cemasku itu tidak beralasan? Ketika aku marah karena tidak ada kabar, kamu bilang aku tidak bisa mengerti sibuknya pekerjaanmu disana? Apakah kamu tidak pernah berpikir sedikit bagaimana sayangnya aku sama kamu? Betapa rindunya aku sama kamu? Bagaiamana cemasnya aku?

Advertisement

Terkadang aku jenuh sayang. Jenuh. Jenuh. Jenuh. Jenuh sekali ketika dihadapkan oleh keadaan ini. Jenuh dengan masalah yang sering muncul karena kesalahpahaman ketika berbalas kabar. Jenuh dengan semuannya. Tapi, aku selalu berusaha mengingat perjuanganmu disana. Perjuangan kita.

Perlu kamu tau. Aku bersyukur memiliki dirimu yang selalu mampu mempertahankan ku, mengahadapi sikap egois ku saat aku benar-benar tidak ingin mengalah, menguatkan aku saat aku tidak kuat untuk menjalani ini semua.


Aku memang jauh dari kata sempurna. aku tidak secantik wanita diluaran sana bahkan mungkin tidak secantik teman-temanmu atau wanita yang naksir sama kamu. tapi percayalah aku selalu berusaha menjadi terbaik untuk dirimu. menjadi wanita yang akan sabar dalam mempertahan kan mu, maaf kan aku ketika cemburu itu selalu datang


Maafkan untuk segala sikap yang tidak menyenangkan selama kita menjalani hubungan jarak jauh ini. Itu semata-mata karena aku terlalu mencemaskanmu yang jauh dariku, ditambah dengan kerinduan yang bertambah tiada hentinya. Aku bosan berharap kabar dari mu disetiap malamnya, Aku bosan mengkhayal kamu ada disampingku ketika aku merindu. Bahkan terkadang aku cemburu dengan teman-temanmu yang bisa menghabiskan waktu setiap saat berada didekatmu, dan membuatku mencari pelarian untuk membunuh perasaan cemburu itu.