Bagi orang-orang yang memendam rindu, mencintai dalam diam, maka apa-apa yang ditunjukkannya hanyalah bagai gunung es di dalam samudera, hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu di bagian dalamnya. Besar sekali yang tersembunyi.” {Tere Liye}

Cinta dan rindu, dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Siapa yang jatuh cinta, maka rindulah konsekuensi yang dialaminya. Dua kata itu, berlaku untuk mereka yang mencintai saudara-saudara mereka, berlaku pula untuk yang dirundung cinta kepada seseorang yang jauh disana.

Terkadang rindu menjadi sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan cinta. Ketika rindu melanda. Disini bukan memendam namun menjaga sesuatu hal yang seharusnya tidak ada. Bila memang rindu menjadikan sesuatu hal yang layak untuk dirasakan, maka rasakanlah. Karena rindu merupakan sesuatu hal yang pasti terjadi dan pasti dialami oleh setiap orang.

Tidak selalu rindu dapat diungkapkan dengan kata, Terkadang ada rindu untuk diketahui, namun kadang rindu hanya disimpan dalam doa.

Ketika cinta semakin dalam sementara kehadiran saling berjauhan, kerinduan akan selalu ada. Ketika rindu semakin kuat, hati dan perasaan pasti gelisah. Namun itu akan menjadi kenikmatan hati disaat kita mampu mengendalikan perasaan dengan berdoa. Saat rindu meminta langkah kita untuk bertemu, kita harus menahannya dengan ingat kepada Allah. Rindu yang mulia dan berpahala adalah rindu yang diam-diam saling mendoakan..

Advertisement

Sajadah menjadi tempat pengaduan rindu. Doa menjadi media untuk memohonkan hati agar selalu tertaut dengan orang yang dirindu, dan terikat dengan rahmat-Nya.