Baik, manis, sayang. Tiga kata itulah yang kiranya menggambarkanku dimatamu. Kemarin, aku memintamu untuk menuliskan tiga kata untukku. Tiga kata yang mewakili apa yang ingin kamu persembahkan padaku. Mungkin kata baik, manis, dan sayang yang hanya ada dalam pikiranmu saat itu. Tak apa, apapun yang kamu tuliskan tentangku, aku merasa senang. Rasanya kata terima kasih saja tak cukup untuk membalas ketersediaanmu yang selalu setia melihat tingkahku yang konyol.

Kalau saja aku harus menuliskan tiga kata untukmu, aku akan menuliskan kata pertama yaitu kamu itu lelakiku, yang kedua kamu itu pasanganku, dan yang terakhir kamu adalah cintaku.

Mungkin diluar sana orang akan mengira bahwa aku dan kamu ini berlebihan, bergaya seperti anak ABG yang baru saja menjalin kasih. Bertingkah seakan kita ini masih dalam proses pendekatan, saling menggerutu ketika bertemu, melempar sesuatu yang seharusnya tidak kita lakukan, dan sering mereview apa yang sudah kita lalui. Ini berlaku untuk semua pasangan, tentunya. Ketika hubungan mulai merasa jenuh, ingatlah saat mulai pertama jatuh cinta. Melihatmu, bertemu denganmu, berbicara denganmu, berkabar walau hanya dengan pesan singkat, tertawa, dan melakukan hal yang bisa membuat kita menjadi dekat.

Ingatlah ketika kita mulai merasakan benih-benih cinta yang mulai tumbuh. Ingatlah dulu kita sering mencari perhatian sampai perhatian itu menjadi nyata yang sekarang kita jalani. Betapa indahnya bukan? Kadang aku merasa geli jika mengingat semua itu.

Tapi tahukah kamu, mengingat setiap momen yang pernah kita lalui adalah hal yang bisa menambah rasa sayang kita. Apalagi di hari ini, hari di mana dulu kita mengucap kata untuk saling setia menjadi sepasang kekasih. Aku sangat bahagia ketika itu. Namun di balik kebahagiaan pasti ada kesedihan, kadang terbesit rasa sedih saat ada wanita lain yang lebih menarik dariku mendekatimu. Aku akui, kecantikanku hanya terbatas, bahkan kalau dibandingkan dengan teman wanitamu, sudah jelas mereka unggul dariku. Namun, jika hanya melihat pada kecantikan tentu aku bukanlah apa-apa. Kamu tidak menilai hanya dari kecantikanku. Itulah yang membuat kita menjadi satu. Begitu berartinya kata-kata, ketika kamu mengatakan "Tumbuhkan rasa percaya, bukan rasa curiga." Kalimat itu yang kini membuat kita bertahan. Tiga kata untuk kita, Harapan, Masa depan, dan Cinta.