Usia, umur, dan kedewasaan.

Tak terhitung berapa orang yang mengatakan ini, tak terhitung berapa petuah soal ini, tak terhitung berapa akhirnya luka yang aku terima.

Kata orang semakin dewasa seseorang akan semakin bijaksana. Semakin bertambahnya usia makin bijak dalam melangkah, itu semua kata orang, tapi kataku usia kita tak menunjukkan itu semua, harusnya semakin dewasa dan semakin matang umur seseorang cara bersikap dan pola pikirnya harusnya lebih baik lagi. Tapi nyatanya kau dan aku justru kebailkan dari itu semua.

Aku dengan keegoisanku, kau dengan keegoisanmu, dua orang kepala batu tak mungkin bisa bersatu, dua orang dengan karakter yang sama-sama keras tak akan bisa bertemu.

Benarlah usia tak menunjukkan kedewasaan, kita yang ingin berada di jalan yang sama, tapi nyatanya kita melangkah sendiri-sendiri. Kau dengan jalanmu aku dijalanku. Tak ada titik temu, meski kita sama-sama tak ingin pisah tapi ego tingkat dewa ini yang membuat dua kepala batu tak bisa bersatu.

Advertisement

Jodoh itu cerminan diri, maka mungkin saja kita jodoh karena cermin akan memantulkan gambar yang persis dengan objeknya. Kita dua orang dengan watak yang sama-sama keras mungkin nanti akan dipersatukan, Itu pikiran pendekku, filosofi sederhana menurutku.

Meski saat ini, cinta ini hubungan ini, perasaan ini belum tepat untuk kita berdua. kedewasaan kita, umur yang makin beranjak, tak melulu jadi tolak ukur, bahwa hubungan ini akan langgeng, akan mampu menjadikan kita makin bijak dalam melangkah.

Benarlah, memang benar adanya.

Berjalannya hubungan ini, berjalannya ikatan ini, berjalannya waktu, membuatku mengerti dan paham, usia kita, bukan hanya tak bisa menunjukkan mau dibawa kemana hubungan ini, tapi juga tak menunjukkan kedewasaan kita.

Usia kita tak menunjukkan kedewasaan kita. Lebih baik kita memudarkan rasa hingga kita sama-sama bisa bersikap dewasa, sama-sama mampu mengurangi ego kita. Kelak waktunya tiba, pasti kita akan bertemu dimasa dimana aku dan kamu telah siap menjadi kita.