Sejalan dengan waktu, kita tentu gak selamanya bisa sama-sama, gak selamanya aku bisa ketemu kalian, gak selamanya kita bisa masuk kelas bareng, berangkat ke gereja bareng, ke warkop sama-sama. Gak selamanya aku bisa ada untuk kalian, dan gak selamanya aku bisa lihat canda kalian.

Entah egois atau bukan, tapi itulah kenyataannya. Kenyataan kalo kita punya jalan masing-masing, punya mimpi yang beda, dan punya tujuan serta pemikiran yang berbeda-beda yang kita sebut pendirian. Karena pendirian itu juga kita akhirnya pisah, kita pisah jarak, kita pisah ruang. Tapi bukan itu yang memudarkan hubungan kita, yang sebenarnya bikin pudar itu karena kadang kita sama-sama berpikir tentang kesibukan masing-masing.

“Ah, mungkin dia lagi sibuk…”, akhirnya gak jadi tlepon. Kadang, kita mikir takut mengganggu. Lama-kelamaan, jadi cuek.

Akhirnya muncul pemikiran "ngapain aku yang hubungi dia duluan?"

Kalau udah gini, jadi pudar sebuah persahabatan. Alhasil gak ada lagi hubungan, semuanya jadi melupakan dan semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Ini bisa disebut "pendirian" juga? Menurut aku bukan.

sebuah pesan singkat aku rasa penting, biarpun dianggap kecil di mata orang, supaya kita bisa jalin silaturahmi.
Itulah alasan mengapa aku tulis catatan ini. Walau kalian mungkin tidak akan pernah baca catatanku. Setidaknya aku akan membaca di waktu luangku agar aku ingat untuk menghubungi kalian.

Advertisement

Kalau kalian sempat membaca catatanku, aku harap kalian akan menegurku, jika aku mulai sombong. Menegurku jika aku mulai angkuh, menegurku jika aku mulai salah, karena aku masih perlu teman seperti kalian. Dan untuk waktu yang pernah terabaikan karena diriku, "maaf". Hanya itu kata yang bisa aku ucapkan kepada kalian "sahabatku"