Hai, wanita terindahku. Kasih sayangmu begitu banyak engkau limpahkan padaku, tanpa pernah engkau minta balasan. Entah sejak kapan.. Entah sudah berapa lama kita tidak pernah lagi duduk berdua saling bercerita.
Aku begitu sibuk dengan kegiatanku, tanpa aku sadari sudah ada keriput diujung matamu. sejak kapan keriput itu muncul menghiasi kelopak mata yang indah itu?

Engkau sosok yang selalu menjadi sumber inspirasiku, setiap tetesan air mata yang keluar dari sudut mata ini selalu menjadi kesedihanmu, engkau yang pertama yang mengetahui betapa rapuhnya aku, walaupun mereka melihatku tegar dan selalu tersenyum. Maafkan aku yang saat ini sering meninggalkanmu seorang diri. Lelahmu tak pernah sekalipun engkau tunjukkan pada kami anak-anakmu, engkau tetap bekerja diusiamu yang semakin senja. Tanpa merasa lelah engkau terus mengajariku.

Masih terlintas dibayanganku waktuku kecil ketika petir datang aku merasa sangat takut, tapi pelukanmu yang hangat mampu membuat aku tenang,Ketika aku menerima surat kelulusan dari sekolah dulu engkau begitu girangnya mendengar kalau anakmu ini lulus. Air mata itu juga mengundang air mataku untuk turun. Saat itu aku merasa bahagia dapat aku katakan, "Aku lulus, Mak!". Aku sangat menyayangimu, tidak akan pernah kasih dan sayangmu terganti oleh siapapun. Tetap hanya engkau yang pertama dihatiku.

Sering sekali dunia ini membuatku terbuai oleh kasih sayang yang semu, pergi mencari kebebasan seakan aku bisa menghadapi dunia ini tanpa masalah sedikitpun, ketika kesenangan ini membuatku sering melupakan ada sosok yang selalu bawa namaku disela-sela doa dimalamnya, aku dapat berjalan bahkan berlari saat ini karena kesabaranmu yang selalu menuntunku, aku melupakan itu semua.

Sering dari mulut ini membantah setiap parkataanmu, bahkan nada yang tinggi terkadang secara spontan aku lontarkan padamu, padahal setiap nasihat dan perkataan itu tidak pernah membawaku kejurang. Tapi selalu maafmu ada untukku, Maafkan aku ketika emosi ini tak dapat aku kendalikan, engkaulah malaikat terindahku yang walaupun tidak setiap detik engkau bersamaku tapi aku yakin doamu selalu ada untuk kami anak-anakmu.

Advertisement

Terimakasih ibu..

Terimakasih ibu..

Kata-kata itu tidak dapat membalas setiap waktu dan kasih sayangmu selama ini untuk kami anak-anakmu. Sebisaku akan ku luangkan waktu yang tersisa saat ini untukmu. Menjaga diri ini seperti yang engkau inginkan. Ibu tersenyumlah jangan ada air mata kesedihan dipipimu, dulu engkau yang selalu menggenggam tangan ini dan memelukku ketika kesedihan terlihat diwajahku, kini aku yang akan menggenggam tangan yang hangat itu.

Maaf jika tidak cukup waktuku untuk bersamamu ibu. Engkaulah sebagian dari hidupku ibu. Setiap kasihmu begitu tulus,engkaulah mata, petunjuk arah untuk setiap langkahku, tidak ada batasan untuk mengukur itu semua, sampai kapanpun, sampai nafasku terhenti.

Salam hangat untukmu ibuku.. Mata dari duniaku. Padamulah surgaku.

You're the best in my life. Always..