Bagiku, memahami adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Bagaikan napas, seorang manusia tidak akan bisa hidup tanpa kemampuan untuk memahami sesuatu.

Apabila seorang manusia tidak dapat bernafas, maka seseorang akan merasa tidak berdaya dan tumbang karenanya. Begitupula dengan memahami, tanpa kemampuan ini aku yakin kamu bisa merasa tidak berdaya dan tumbang dengan perlahan. Mungkin sedikit hiperbola, tapi aku ingin menekankan padamu pentingnya kemampuan untuk "memahami".

Tentu saja, setiap kata "memahami" memerlukan suatu objek spesifik untuk disandingkan di sebelahnya. Setuju? Kali ini aku ingin menyandingkan dua kata di sebelah kata "memahami", yaitu "diri" dan "sendiri". Ya, aku ingin mengajakmu pergi ke benakmu untuk berpikir sejenak tentang betapa pentingnya memahami dirimu sendiri.

Mengapa ini sangat penting bagiku? Karena aku yakin, seseorang yang mengerti dirinya sendiri tentu bisa mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-harinya dengan caranya sendiri. Aku yakin, bahwa dirimu dapat mengatasi setiap ritangan dalam hidupmu dengan caramu sendiri.

Kali ini, aku tidak akan memberikanmu perandai-andaian yang absurd untuk memahami pentingnya memahami diri sendiri. Aku akan memberikanmu perandai-andaian dalam dunia nyata yang sering terjadi. Kurangnya kemampuan untuk memahami diri sendiri seringkali kulihat terjadi pada hubungan asmara antara laki-laki dan perempuan.

Advertisement

Sebagian besar orang yang pernah memiliki hubungan romantis dengan orang lain pernah menginginkan agar dirinya "dipahami" oleh pasangannya. Namun, apakah orang itu yakin bahwa dirinya sudah memahami dirinya sendiri? Bayangkan apabila kamu ingin dipahami oleh pasanganmu, namun kamu belum memahami dirimu sendiri. Ini hanya akan menjadi sebuah bibit buruk dalam hubungan asmara siapapun.

Orang lain tidak akan mampu mengertimu apabila dirimu tidak bisa mengerti dirimu sendiri. Sangatlah konyol. Bagaikan seseorang yang meminta orang lain untuk memancing ikan di ruang angkasa. Bukan hanya tidak mungkin, namun konyol dan absurd.

Apakah kamu sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang pentingnya memahami dirimu sendiri? Sekarang mungkin kamu adakan bertanya-tanya, lalu bagaimana cara memahami diriku sendiri? Aku tidak bisa memberikan jawaban ini kepadamu. Aku tidak bisa memberikan jawaban pasti padamu.

Semua ada di tanganmu.

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menemukan dan memahami dirinya sendiri. Namun, aku yakin kamu bisa menemukan dirimu sendiri. Aku yakin kamu bisa memahami dirimu lebih jauh lagi. Aku tahu hal ini bukanlah hal yang instan. Aku hanya ingin memberikan satu saran bagimu. Tanyakanlah siapakah dirimu setiap kali kamu tersesat di dalam dirimu sendiri.