Entah sejak kapan aku mulai menyukai keduanya, Ketahuilah dua hal itu yang selalu kutunggu dan kucari kehadirannya. Untukku mereka adalah sebuah keajaiban yang pernah tuhan berikan. Indah dan menakjubkan.

Ia hadir menjadi penyemangat baru ketika aku mulai merasa lelah. Ia hadir menghangatkan ketika hatiku mulai terasa sunyi dan dingin. Ia hadir menjadi cahaya yang begitu menerangi di kala duniaku mulai terasa meredup.

Ia selalu hadir memberi jawaban ketika mulai muncul pertanyaan pada diriku sendiri ” Apa yang membuat hidup ini pantas untuk diperjuangkan? Apakah pendidikan, harta, tahta. Atau ada hal lain yang lebih pantas untuk diperjuangkan?”

Begitu banyak hal indah yang ada padanya,

dan dari situ juga mulai muncul banyak sekali pertanyaan dalam benakku tentang fajar dan senja yang tak pernah ku mengerti. Terutama perbedaannya.

Advertisement

Apa yang membuat sang fajar selalu menepati janjinya untuk hadir setiap hari memberikan sinar penuh harapan?
Benarkah dia datang hanya untuk menuju senja?
Dan mungkinkah senja memang ada untuk menyempurnakan sang fajar?
Lantas apa yang terjadi jika salah satu di antara keduanya hilang?
Lalu apakah mungkin sang fajar dan senja hadir dalam ruang dan waktu yang sama, terutama waktu?

Tentu itu tidak mungkin terjadi, kecuali Tuhan menghadirkan sebuah keajaiban berikutnya untuk sang fajar dan senja.

Ketahuilah hingga kini pun aku tak pernah bisa melihat keduanya bersamaan. Ya karena aku pun tau sesuatu yang sangat dahsyat akan terjadi jika keduanya muncul dalam waktu yang bersamaan. Tapi di balik itu semua kadang kala senja dan fajar itu hadir bersamaan, dan Ia hanya memilih 1 waktu untuk hadir dalam waktu yang sama yaitu “malam”.

Karena malamlah yang mengiringi senja untuk menyambut sang fajar kembali hadir di setiap harinya.

Tapi untuk beberapa waktu ini aku mulai menyadari bahwa aku lebih memilih fajar dari pada sang senja. Meskipun keduanya benar benar indah bagiku tetap kaulah fajar terindah. Mungkin sudah sejak lama fajar itu hadir dalam perjalananku, tapi kini baru ku sadari fajar itu sangat hangat.

Sesekali ku berfikir untuk dapat memilikinya seorang diri, ya aku pernah sangat ingin memilikinya.

Tapi jika aku memilikinya seorang diri ku yakin ia takkan sehangat dan seindah ketika dia hadir pula untuk orang lain di sekitarnya. Kini aku hanya ingin selalu bersama dengannya dalam setiap perjalananku, aku rela asalkan dia selalu ada untukku.

Ia selalu bisa menghangatkan hatiku disaat semua terasa sangat beku. Kehadirannya tak pernah bisa membuatku berhenti tersenyum bahagia.

Oh Fajarku tetaplah indah dan hangat seperti saat ini hingga perjalanan kita selesai, aku tak menginginkan ikatan jika hal itu yang akan membatasi dan membuatku kehilanganmu. Aku menginginkan itu jika Tuhan telah memberi keajaiban berikutnya dan kita bisa benar benar bersama tanpa perlu khawatir terpisah lagi.

Aku ingin menjadi senjamu yang selalu hadir menyempurnakan setiap harimu hingga dunia ini berakhir.

Karna hadirmu selalu bisa menjawab semua pertanyaan yang ada dalam benakku tanpa perlu diucapkan dengan jelas. Seperti pertanyaan yang pernah ku tanyakan sebelumnya

“Apa yang membuat hidup ini pantas diperjuangkan? “ tak ada yang bisa benar benar menjawab dengan jelas pertanyaan itu bukan?

Tapi bagiku jawaban itu adalah "Cinta". Karena tak ada kata yang lebih pantas untuk mengambarkan kebahagiaan yang sempurna selain " Cinta"