Aku merasa hidupku sempurna sejak kamu mengisi catatan kehidupanku sebagai kekasih. Pertengkaran yang tak jarang yang terjadi diantara kita semakin merekatkan hubungan kita. Dan aku sungguh bahagia, sangat bahagia.

Lalu dia muncul diantara kita. Awalnya aku tak menaruh curiga karena aku selalu percaya padamu. Begitu pun denganmu. Maka, aku membiarkan kamu dan dia. Tanpa sadar aku melakukan pembuatan yang berakibat fatal, yaitu membiarkanmu hingga kamu selingkuh dengannya.

Aku berintropeksi diri. Aku tak ingin melampiaskan amarah dan membuat diriku sendiri malu. Aku hanya bisa mengelus dada dan berkata “selamat”. Walaupun getir, tapi ini adalah keharusan karena kebahagiaanmu adalah kebagiaanku juga. Selain itu, terimakasih telah sempat mengisi hatiku.

Dan untuknya, aku tak akan permasalahkan apapun. Dia tak salah, mungkin aku saja yang tak waspada sebelumnya hingga dirimu dapat direbut olehnya. Tapi bagaimana pun, jika kelak mantan kekasihku yang kamu rebut itu direbut kembali oleh perempuan lain, janganlah marah dan kecewa! Karena karma itu selalu ada.