Tidak pernah terpikir akan seperti ini. Tidak pernah ada bayangan untuk bertemu nya atau menyapanya…

Iya, kira-kira 6 tahun yang lalu pernah ada yang terluka oleh aku. Dia laki-laki baik yang pernah aku temui tapi aku tak pernah sadar dan tak pernah peka. Aku meninggalkannya untuk laki-laki yang pada akhirnya memberikan luka yang memberkas susah untuk mengering. Maafkan aku tak pernah kelar untuk merapikan cinta kita maafkan aku yang tak pernah kasih kesempatan kepadamu untuk menjalankan hubungan ini.

Ya, aku wanita yang seharusnya lebih perasa. Tapi malah aku mencabik, lukai kau yang baik dan buat hatimu sakit. Meski malu untuk akui.

Sekarang kamu datang lagi dengan kerapuhan yang sekarang kamu rasakan dengan wanita yang terbaik yang pernah kamu miliki selama 4 tahun. Entah tidak ada di pikiran dia untuk menghubungi aku lagi katanya. Sempet mikir sih apa aku pelarianmu atau tempat sampahmu tapi aku positif aja. Karena kita cukup kenal lama dan pernah pendekatan dan masing-masing tahu kekurangan kita.

Aku dulu salah meninggalkanmu. Bukan aku tak mau mencoba dan membalas cintamu dulu tapi aku berat untuk meninggalkan dia yang padahal aku dan kamu tahu kalo laki laki itu sudah ga baik buat aku tapi aku mala pergi untuknya. Dan karena dulu aku pikir perbedaan umur kita yang aku mikir panjang dan waktu itu kamu masih terlalu mudah dan berfikir nggak akan dewasa menjalankan hubungan cinta ini, ternyata aku salah aku terlalu naif waktu itu aku sudah jatuh cinta kepada nya tapi aku tak bisa merelakan dia untuk kamu.

Advertisement

Sekarang kamu kembali tanpa aku pikirkan. Kamu kembali dengan cinta yang belom kelar dengan aku. Kamu menyatakannya lagi kepadaku setelah berminggu kita chat. Tapi jawaban aku maaf aku tidak mau pacaran atau cuma janji-janji manis yang kamu berikan. Lalu kamu jawab iya aku akan nikahin kamu kasihaku waktu untuk melengkapi semuanya. Aku kaget nggak kepikiran kamu memberi jawaban seperti itu. Tapi aku masih sedikit ragu karena aku tidak mau terulang lagi dengan janji-janji. Aku bilang sama kamu, kalau kamu benar benar dengan aku tunjukan bukan banyak bicara.

Dengan berjalan nya waktu, perasaanku tumbuh untuknya. Entah ini perasaan apa perasaan bersalahkah apa aku bener jatuh cinta kepada nya yang kedua kalinya? Semoga Tuhan memberikan jawaban apakah kita berjodoh atau tidak.

Terima kasih untuk memberi kesempatan untuk aku memperbaiki dan menciptakan perasaan ini untuk kamu.