Allah punya rencana besar untuk kita.

Kita dipertemukan untuk saling berdekatan lalu dipisahkan untuk saling berjauhan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa menerima takdir. Menjalani apa yang sudah ditakdirkan. Meskipun berat harus tetap kita jalani untuk mencapai kebahagiaan di ujung waktu.

Pada jarak aku menitipkan cinta. Pada waktu aku menitipkan rindu. Dan kepadamu aku menitipan kepercayaan.

Tak ada yang bisa kulakukan kini, hanya bisa bertahan di atas perbedaan jarak yang membentang luas memisahkan kita. Jujur, sulit untuk aku hidup jauh darimu, aku mulai bergantung padamu.

Advertisement

Aku mulai merasa terlalu nyaman di sisimu sampai aku lupa bahwa kita harus berpisah. Hari-hari yang biasa kujalani bersamamu kini harus kujalani seorang diri. Kamu tau, aku wanita lemah yang mudah meneteskan air mata, aku selalu menangis saat saat aku ingin memelukmu. Jarak ini sangat menyiksaku!

Kamu tau, apa harapanku saat ini? Aku ingin bulan itu runtuh secepatnya agar aku bisa bertemu kembali denganmu. Aku harap kamu mau membantuku untuk melewati hari-hariku ini.

Saat jarak ini belum memisahkan kita, aku selalu berada di sampingmu, aku selalu ada di setiap perjalananmu, kamu selau melengkapi sela-sela jemariku, kamu selalu menghapus air mataku, kamu sealu menghibur saat aku bersedih, kamu selalu mendengar apapun yang aku ceritakan, kamu selalu membuatku merasa sempurna. Saat ini aku merindukanmu, mungkin tiada kata apapun yang dapat mengungkapkan kerinduan ini, tidak ada yang dapat menjelaskan tentang bagaimana rasanya.

Aku merindukan tatapan teduh matamu, aku merindukan genggaman jemarimu, aku merindukan hangatnya pelukmu, aku merindukan sikap tentangmu dalam menghadapi sikap kekanak-kanakanku. Aku ini wanita manja yang seperti anak kecil. Tidak jarang dengan sikapku ini membuat kita saling bertengkar hanya karena kepercayaan yang kadang memudar. Saat itu terjadi, sikap dewasamu yang selalu memperbaiki semuanya, memperbaiki keretakan hubungan ini.

Aku Jenuh!!

Ya, aku jenuh atas semua masalah yang silih berganti menghampiri kita. Pertengkaran itu tak pernah dapat kita hindari. Tapi, pada akhirnya sikap yang dewasa yang dapat menyelesaikannya. Aku bersyukur memiliki dirimu yang selalu mampu mempertahankanku, menghadapi sikap egoisku saat ku benar-benar tidak ingin mengalah. Saat aku tidak kuat menjalani ini semua. Kamu selalu menguatkan aku untuk tetap bertahan. Maafkan semua sikapku selama ini, semua itu semata mata karena aku sangat merindukanmu. Aku hanya sangat ingin berada di sisimu lagi, menghabiskan malam bersama memandangi langit yang sama.

Aku bosan dengan kata-kata ini

“Bersabar, sebentar lagi kita akan bertemu, sayang”, "anggap saja besok kita akan bertemu“. Aku sudah bosan beranggapan besok, besok, dan besok. Aku ingin semuanya menjadi kenyataan.

Aku memang jauh dari kata sempurna. Aku tidak secantik wanita di luaran sana. Tapi, aku selau berusaha menjadi terbaik untuk dirimu. Menjadi wanita yang akan sabar dalam mempertahankanmu, maafkan aku jika cemburu itu selalu datang. Karena semua perasaan itu hanya semata-mata aku takut kehilanganmu.