Sudah hari kesekian saat aku memutuskan untuk menyerah menjalani hubungan denganmu.

Entah, rasa itu kini tak lagi ada, bahkan setelah hubungan ini berakhir, aku tak merasakan perasaan sedih dan kecewa.

Mungkin rasa kebal ini sudah kau siapkan untukku jauh-jauh hari. Kau sudah siapkan aku untuk patah hati lagi. Pengkhianatan demi pengkhianatan, kata-kata yang sudah sering menusuk hati ini mungkin menjadikan hati ini kebal akan perih. Entah apa kau puas dengan semua ini. Aku tak mau menyalahkanmu lagi. Aku berterimakasih telah kau latih, sehingga pada akhirnya aku tak lagi menangis seharian setelah kau tinggal pergi.

Aku akan menjalani hidupku sebaik-baiknya. Memantaskan diri entah untukmu lagi atau untuk orang yang lebih pantas menerimanya. Terimakasih, kau buat aku menjadi perempuan yang lebih tegar, yang lebih kuat, dan perempuan yang akan memberi banyak nasehat kepada anak laki-lakinya nanti agar menyakiti hati perempuan tak ada di dalam kamus hidupnya.