Mendung..

Mendung itu terkadang tak berarti hujan, tak berarti pula panas. Tak cerah tak gelap pula. Tak panas dan tak dingin jua. Namun aku mencintai mendungku. Darinya aku merasakan angin sejuk yang tak terkira. Mendung sangat mengajariku banyak arti, entah matahari yang tetap menyinari walau ditutupi awan yang bertaburan kini atau hujan yang akan senantiasa datang walau dihadang matahari. Dari mendung terkadang aku merasakan kekhwatiran yang tak kunjung henti. Entah tiba-tiba cahaya panas sang mentari yang menusuk hingga dasar hati. Atau air deras terkucur seperti hujan yang datang tanpa permisi dengan cara bertubi-tubi hingga sakit kulit ini. Mendung membuat aku seperti larut didalamnya, memberi ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan.

Aku lebih mencintai mendungku, dibanding engkau hai pelangi..

Tak perlu lah pelangi yang indah, yang kebanyakan orang terlalu larut didalamnya dengan tujuh warna yang terlalu diagungkan. Pelangi tidak datang ketika hujan reda, bukankah setiap kali hujan reda terkadang pelangi itu tak Nampak. Bisa saja pelangi itu Nampak saat terik matahari menyayat. Entah seperti apa pelangi datang, entah seperti apa indahnya warna pelangi itu, aku tidak peduli. aku tetap mencintai mendungku.

Mendung selalu punya cerita. Cerita tentang kamu, atau mungkin tentang kamu, dan tentang kamu lagi. Aku hendak menyatakan cinta pada mendung. Namun hujan datang menyapu lamunanku, menghilangkan cerita, cinta dan kita. Ini perasaanku sejak kala itu yang semakin lama semakin menggumpal seperti awan dalam mendung. Dan mendungku adalah kamu..