Awal Kelahiran

Mbah buyut Saodah atau biasa di panggil “mak uwo” lahir ditahun 1919 di Desa Tunjung Sari Kab. Pekalongan – Jawa Tengah.

Pembatik yang hebat

Mbah buyut Saodah adalah pembatik yang hebat karena di usianya sekarang yang ke-97 kejelian mata dan kekuatannya tidak diragukan, serta tak pernah lupa (pikun) dalam hal apapun. Bulan Juni 2016 lalu beliau mendapatkan Penghargaan dari Yayasan Batik Indonesia sebagai “Pengrajin Batik Tertua”

Rahasia Sehat

Advertisement

Rajin menunaikan sholat 5 waktu di masjid, bangun untuk sholat dan doa di pertiga malam yang akhir, menghadiri pengajian dan tadaruspun tak pernah tertinggal. Bahkan beliau senang bersedekah hingga mewakafkan tanahnya untuk didirikan musholla agar beliau dan keluarga bisa beribadah dengan lancar dan berjariah

Dihari Raya Idul Fitri, beliau selalu mengadakan makan bersama mulai dari cucu, cicit dan canggah, hingga acara memasakpun beliau selalu ikut andil. Beliau juga tidak mau merepotkan siapapun, selama beliau bisa melakukannya sendiri.

Selain itu beliau tak pernah ketinggalan dalam menghadiri pesta pernikahan baik cucu maupun cicitnya, baik perjalanan luar kota sampai luar jawapun beliau lalui tanpa mengeluh sedikitpun.