Mengambil jurusan pendidikan itu sesuatu banget, ada harapan ada pertanggungjawaban dan juga ada kesesuaian…

Banyak jurusan perkuliahan yang dapat kita ambil, ada bahasa, matematika, sains dan juga pendidikan umum lainnya….

Bahasapun banyak ragamnya, ada bahasa inggris dan bahasa indonesia, kalau gak tepat-tepat amat, kita bisa pusing tujuh keliling dibuatnya….

Hemat saya sih, mengambil jurusan itu berdasarkan justify alias berdasarkan hati nurani saja, itu lebih banyak ibrahnya (manfaatnya) dibanding bahayanya, karena apa? kita tahu bahwa itu bagian dari kejelasan dan masa depan hidup kita nantinya, kalau asal saja kita mengambil jurusan tanpa tahu nanti kedepannya seperti apa atau hanya karena mengambil jurusan berdasarkan saran tanpa keminatan, hhhhh bersiaplah mundur teratur dan nangis bathin dibuatnya, karena yang kalian harus tahu, kita itu kedepannya dituntut untuk mendidik karena kita itu terdidik bukan mendidik karena kita butuh dididik….

itu segelintir cerita tentang jurusan dan masalah pendidikan peminatan diperkuliahan ya, dan intinya pembahasannya bukan itu hehehe karena yang akan dibahas adalah Suka duka mengambil jurusan pendidikan dan imbas positif negatif menjadi seorang pendidik atau calon pendidik di dunia pendidikan (Guru)…

Advertisement

Sukanya menjadi seorang pendidik (guru) atau yang masih menjadi seorang calon pendidik…..

Untuk yang masih kuliah pasti paham deh dengan yang namanya makalah atau tugas-tugas kuliah, seabreg deh pokoknya….

Apalagi kalau semesteran hufffttt harus belajar dan juga pasti ada tugas tambahan, tapi sukanya itu kalau kita ambil jurusan pendidikan, kita lebih paham apa sih itu artinya mendidik yang baik untuk menjadi pintar dan mendidik yang baik untuk menjadi atau mengalami kebobrokan….

Dan yang pasti, lebih suka banyaknya itu kalau kita sudah menjadi pendidik dengan kategori yang baik, contohnya anak-anak suka terhadap kita ataupun yang diajarkan oleh kita, dan yang harus kalian ketahui anak-anak itu bisa sebagai perifresh hati, misal kita punya masalah dirumah terus kita dibuat bahagia oleh mereka… Nah lho coba siapa yang pernah mengalami hal itu? kalau ada yang masih kuliah, kalian pasti merasakannya besok, ini bukan sumpah serapah lhooo ini hanya data-data pembuktian saja soalnya saya juga mengalaminya hehehe Itu sepintas dari suka bahagianya seorang pendidik….

Kalau yang masih kuliah pastinya seneng dong banyak ilmu, banyak pengalaman dan masih banyak yang lainnya…..

Dukanya orang yang ngambil jurusan pendidikan dan yang sudah selesai perkuliahan pendidikan tapi masih ngehonor di sekolah swasta maupun non swasta, rasanya itu manis banget…. kadang semanis coffe mocca kadang juga serasa kopi tanpa gula…..

Jadi pendidik atau calon pendidik itu susah-susah bahagia, susahnya itu sudah banyak tugas, banyak tantangannya pula….

Faktanya ada yang namanya KKN kepanjangannya itu kuliah kerja nyata, itu kita harus berbaur dengan masyarakat dulu agar kita itu selamat “selamat dari tugas-tugas kuliah pastinya” hehehe Dan contoh lain PPL atau ibarat kata praktek kerja lapangan, ini nih yang membuat kita jadi GUBRAAAK dibuatnya, harus siap mental menghadapi anak-anak karena kita masih awam dan masih banyak lainnya… Itu contoh yang masih kuliah yah… Kalau yang sudah bekerja atau ngehonor, dalam arti kata belum jadi pegawai negeri hhhh tantangannya atau susahnya komplit banget dah kaya gado-gado makanan khas ibu kota kita Jakarta, realitynya gini, bagi yang keluarganya pas-pasan nih…. Honor masih sedikit, ekonomi kadang kala terjepit, anak-anak ada yang nakalnya idihhh amit-amit hihhh komplit plit plittt hehehe tapi jadikan itu ujian dan jadikan itu hikmah menuju kesuksesan kita nantinya…. Yakin dan percaya kalau kita itu bisa, bisa sukses seperti mereka … Orang-orang sukses terdahulu kita….. Amin

Sukses terhakiki itu, ketika kita memulai dari awal atau dari nol tapi kita selalu berusaha, bersabar dan tanpa kenal lelah untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan dan kemudian kita berhasil hmmm itu adalah suatu prestise yang membanggakan dan luar biasa, yang bukan seharusnya itu…. Ketika kita mengawalinya karena kita itu kaya, orang tua kita berada terus kita sukses dengan dopingannya dan bangga dibuatnya hhhh itu kemunduran namanya….

Sukses selalu yah untuk kita bersama (para pendidik dan calon pendidik bangsa)