Hei gadisku, tak bisakah kamu berhenti tersenyum manis seperti itu? Oh Tuhan.. bagaimana bisa kulihat malaikat tanpa sayap seperti ini ada dihadapanku? Ketahuilah nona, bukan sehari dua hari kulalui waktu bersamamu, tapi herannya cinta tak kunjung surut hadir menyebut namamu dengan ramahnya.

Mungkin selama ini tak pernah satu kalipun kuucapkan kata-kata cinta yang buat pipimu merah merona. Bukan, bukan karena aku tak cinta. Aku hanya tak bisa seromantis pria-pria didrama korea. Kini akan ku beritahu satu rahasia besar yang selama ini kujaga dengan gagahnya. Jantung ini, masih sama deg-degan nya seperti saat pertama kali ku coba menyapa dirimu. Andai tak melekat, mungkin jantungku sudah lepas dari tempatnya.

Memandangmu tanpa suara sampai saat ini masih jadi pengalaman termanis yang kulakukan ketika berada didekatmu. Meski sudah jelas ku tahu hatimu sepenuhnya milikku. Tapi entah mengapa aku selalu merasa kecil dihadapanmu. Aku selalu merasa beruntung karena memilikimu. Bolehkah aku tetap mencintaimu dengan caraku? Menjagamu dengan segala cara yang ku bisa. Dalam diam aku selalu mengagumimu. Tak perlu banyak suara, tak perlu banyak cerita. Aku mencintaimu tanpa ada rekayasanya.

Saat ku lihat kamu tertawa, sadarkah kamu bahwa detik itu juga ruang hatiku bergetar dengan hebatnya? Ada cinta yang tak biasa. Ada rindu yang sulit diselesaikan. Hati kecil ini mengagumimu dalam setiap lakumu. Yang hebat darimu adalah aku selalu merasa cukup meski kamu tak berbuat apa-apa. Saat kamu bercerita, aku merasa dunia berhenti berputar seketika. Aku diam dan mendengarkan. Meski bukan puisi, ucapanmu selalu manis untuk diperdengarkan dalam gendang telingaku.

Bersamamu aku selalu merasa lebih kuat setiap harinya, tapi juga menjadi pemalu dalam waktu yang sama. Ada perasaan diterima meski aku banyak kurangnya. Tanganmu yang selalu terbuka, memelukku dengan lapang dada saat kurasa hidup tak sedamai yang kukira, sanggup buatku merasa temukan tempat terhangat yang mampu redupkan rasa dingin yang membuatku menggigil menghadapi hantaman kerasnya dunia.

Advertisement

Aku bingung kenapa kamu semakin terlihat cantik saja setiap harinya. Bahkan saat wajah tanpa riasan kamu tetap teduh merengkuh tatapku dalam bisu. Hai bidadari.. aku mencintaimu dengan rasa yang sama setiap watunya. Bolehkah kamu kupuja sampai aku menua? Bolehkah kamu kupeluk erat sampai nafas nanti terikat? Percayalah.. Kamu kucinta tanpa ada syarat apa-apa.

Kuharap kamu tak akan pernah temukan kata jenuh saat bersamaku. Kuharap aku bisa menjadi cinta yang tak akan hilang dalam hatimu. Terimakasih kuucapkan padamu karena telah mengisi penuh hidupku dengan tawamu. Dengan segala yang ku bisa, akan kubuat kamu bahagia. Tertawa lepas menikmati indahnya cinta.

Dari aku,

Lelaki yang mencintaimu tanpa banyak suara.