Artikel merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.


Dear Cinta,


Salam sayang dan salam kenal sepenuh hati dariku untukmu, mungkin saat ini aku tidak kenal dirimu dan aku juga tak tahu kapan Tuhan akan mempertemukan kita berdua, yang jelas aku yakin Tuhan punya rencana yang indah di endingnya. Bukan seperti ending di Cinta Fitri. Hatiku tetap ku buat beku hanya untukmu sayang.

Hari ini, esok, dan mungkin seterusnya, aku menolak lelah untuk memanjatkan doa meminta pertolongan, keselamatan, rezeki dan kesehatan untukku dan tentunya untuk kedua orang tuaku, dan tak lupa pula aku tetap menyelipkan dirimu di setiap doaku. Walau aku belum tau namamu, wajahmu, perilakumu, atau bahkan wangi rambutmu, tapi aku yakin doaku tak akan salah alamat. Memangnya Ayu Ting Ting ?

Cinta, andai kau tahu. Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan bahkan Tahajud, aku selalu resah, takut, bahkan gelisah, entah kenapa hati ini takut tidak bertemu dengan dirimu. Teman-temanku sudah dengan bangganya memamerkan pasangan mereka, sedangkan aku? Selalu bertekuk sujud di hadapan-Nya seraya berdoa? "Ya Allah kapan giliranku".

Advertisement

Cinta, suatu hari aku teringat, ternyata jodoh, rezeki, dan maut sudah Allah gariskan. Khawatirku terlalu besar, dirimu direbut orang lain. Hari-hariku diselimuti rasa takut akan kehilangan dirimu, Cinta. Kemesraanmu dengan orang lain hanya membuat hancur hatiku, padahal aku belum pernah bertemu denganmu atau aku sudah pernah bertemu denganmu tapi aku yang tidak sadar. Lalu kumainkan sebuah lagu, Ada Band – Manusia Bodoh.

Tapi itu hanyalah usaha sia-sia. Buat apa aku menangisi seseorang yang belum pasti.

Cinta, kau adalah cintaku yang belum pernah kutemui. Tapi entah kenapa aku selalu ingin bertemu denganmu, berjalan bersamamu, berkeluh kesah denganmu, atau sekedar berbagi pengalaman denganmu, tapi kita belum diizinkan bertemu. Mungkin aku hanya perlu bersabar menunggumu atau berusaha mengejarmu. Tapi aku bingung harus mulai dari mana, lalu aku berpikir syair ini seperti senandungnya Kunto Aji – Sudah Terlalu Lama Sendiri.

Dear cintaku, mungkin kalau engkau tahu bahwa aku selalu mengharapkan kedatanganmu, tapi apa dayaku yang hanya bisa menanti kedatanganmu dan menengadahkan tanganku ke atas. Memang butuh usaha sedikit keras untuk merajut tali cinta kita yang belum bertemu. Jika ku ibaratkan seperti kabel headset yang terbuntal kusut. Itulah…. Itulah perjuanganmu untuk menemukan cintamu……. cinta.

Dear cinta, tidak usah kau khawatirkan kabarku seperti apa, kesehatanmu bagaimana, atau sekedar tanya apa aku sudah makan hari ini. Aku bisa menjaga diriku sendiri, tapi aku hanya ingin kau sesehat aku sekarang. Agar ketika bertemu, aku ingin melihat wajahmu yang cantik. Cukup aku saja yang menderita, bekerja kerasa untuk masa depan kita.

Cinta, mungkin hitungan hari tidak cukup untuk menungguku bersabar, tapi percayalah, jalan Tuhan akan membimbing kita bersama untuk selamanya. Membina semuanya bukan untuk dunia semata, tapi membina bagaimana kita menjalani biduk rumah tangga yang menjadi tiket kita menuju surga bersama. Maukah kau ?


Dear Love….


Surat cinta ini mungkin tidak seindah buatan "Virgoun – Surat Cinta Starla" tapi tak perlu kau sandingkan dengan surat cintaku ini. Tapi aku yakin makna surat ini sama hebatnya dengan buatan Virgoun.

Lalu yang perlu kau ingat, aku mungkin tidak sehebat Taufiq Ismail, sejenius Kahlil Gibran, atau seromantis W.S. Rendra, tapi aku berusaha untuk melebihi mereka, tapi aku tetap tak sanggup. Tapi maukah kau menerima semua kekuranganku? Sekali ini saja, tapi jika tidak mau, aku harus berbesar hati dan merelakanmu.

Mungkin kau tidak sadar saat ini aku selalu menyelipkan dirimu di setiap semua doaku. Mungkin kau tidak tahu betapa gelisahnya diriku tak kunjung bertemu dengan dirimu, tapi aku tidak khawatir karena aku yakin Tuhan tidak akan berbohong. Kemana pun kau pergi, jika jodohku ya berjodohlah.

Aku tidak tahu saat ini bagaimana perasaanmu denganku. Tapi semua sudah kuserahkan padamu. Buat apa aku harus menjadi seseorang yang berbeda kalau kamu mau menerimaku apa adanya. Ya jika kau ingin pergi… "Pergilah Kasih – Chrisye". Aku tidak akan mengganggumu.


Love……


Saat ini aku hanya tinggal berusaha dan berdoa. Aku hanya bisa berharap bertemu denganmu di saat yang tepat. Jika ada seseorang yang menjagamu sebelum aku datang, tolonglah jaga dirimu. Apa kau mau bertemu denganku di saat seseorang yang menjagamu sebelumku sudah menggoresmu. Apa kau tidak kasihan denganku ? 

Mungkin, aku juga akan menjaga seseorang. Entah dia dirimu cinta atau bukan. Tapi aku selalu menjaga dia layaknya aku menjaga dirimu cinta. Sedikit goresan buatku adalah dosa besar, aku tidak berani cinta.

Tapi jika dia yang kujaga adalah kau cinta. Ya jodoh tidak kemana, jodoh pasti bertemu. "Afgan – Jodoh Pasti Bertemu".

Cukup sudahlah cinta, aku tidak pandai beromantis ria. Tapi surat ini kubuat khusus untukmu. Surat cinta ini, Surat Cinta untukmu Cinta.  Dan saat ini aku sudah tidak khawatir lagi, aku punya Allah yang kupercayakan sebagai kunci untuk mempertemukan kita. Sabar ya cinta.

Salam Sayang,

Cintamu…..