Dibenci oleh orang lain memang sangat menyakitkan, apalagi oleh orang yang sangat kita sayangi. Ditambah lagi hubungan saling benci tersebut dilakukan oleh dua orang yang sebelumnya saling berteman dekat. Bahkan pertemanan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun tidak bersisa sedikitpun dalam memori, semua hanyalah diawali dari kesalahpahaman konyol yang sangat disayangkan. Tidak ada yang tahu kapan kita akan bertemu sebagai teman dengan orang lain dan kapan kita bertemu sebagai musuh. Takdir diantara dua manusia tidak akan berubah hanya karena salah satu ingin berusaha merubahnya. Ketika dua-duanya tidak punya pilihan lain selain saling membenci, maka waktulah yang akan menentukan kapan dan dimana batas waktu akan mengakhiri kebencian. Menyakitkan, terutama bagi kita yang berniat tulus untuk meminta maaf tetapi diacuhkan dan tetap dibenci, bahkan dipandang sebagai sampah yang menjijikkan. Tetapi tentu kita tidak akan membiarkan dunia berakhir hanya karena kehilangan seorang teman yang berubah menjadi musuh. Kelak suatu saat kita akan menyadari bahwa ternyata dia akan menjadi lebih berharga bagi kita sebagai musuh daripada teman.

Aku selalu mengatakan dalam kesendirian duniaku tanpamu. Jika kamu punya satu alasan untuk membenciku dan melihatku sebagai sampah hari ini, aku punya jutaan rasa terimakasih untukmu yang aku akan ucapkan setiap hari untukmu disela doaku. Aku tidak mengelak bahwa aku melalui banyak waktu sulit karena kebencianmu, tapi justru waktu sulit itulah yang membuatku menjadi jauh lebih kuat. Aku tidak akan pernah membencimu, karena harus aku akui karena kebencianmu aku menjadi jauh dan jauh berani untuk mengambil resiko. Semua perjuangan aku lakukan untuk menunjukkan bahwa aku bukanlah sampah yang bisa kau abaikan begitu saja. Harus aku akui bahwa aku penah menghabiskan separuh hidupku untuk membencimu jutaan kali lebih banyak dari yang bisa kamu lakukan. Tapi aku sadar bahwa karenamu aku menjadi jauh dan jauh tak terbayangkan dari apa yang bisa kamu pikirkan. Terimakasih untuk kebencianmu, pertempuran baru dimulai mari kita lihat siapa yang akan menjadi sampah pada akhirnya. Itulah doa yang selalu aku lantunkan dalam diamku tanpamu disisiku sebagai temanku lagi.

Akan tetapi ternyata menyimpan benci seperti yang kamu lakukan padaku ternyata sangat melelahkan. Aku memang tidak berbakat menjadi sepertimu. Jika kamu begitu kuatnya menahan rasa benci dihatimu, maka aku mengaku kalah. Aku tidak bisa melakukan apa yang kamu lakukan padaku. Saat aku berada dititik perubahan menjadi manusia yang dituntut memahami dunia dengan lebih luas, semua kebencianku padamu seakan sirna. Semua hal yang tersisa tak lainya hanyalah rasa terimakasih yang teramat banyak. Jujur saat ini aku sudah melupakan keinginan untuk melihatmu hancur. Aku ingin di kehidupan masa datang yang akan kita lalui di dunia masing-masing, kita bisa saling melihat bahwa kita berada dalam puncak masing-masing dari jalan yang kita pilih. Sekali lagi terimakasih, kamu yang membenciku setengah mati dapat salam dari aku yang akan menghabiskan waktu sepanjang hidup untuk berterimakasih kepadamu.

Salam