Aku bertemu denganmu tanpa disengaja. Aku tak mengenalmu, kau pun begitu. Lambat laun waktu berlalu. Kita mulai saling mengenal satu sama lain. Tak ada yang istimewa memang. Tak ada perasaan apapun kepadamu.

Tak terasa, beberapa bulan berlalu setelah awal pertemuan. Mulai perasaanku terhadapmu berubah. Aku mulai menyukai dirimu. Insiden kecil, hanya kata sepele membuatku seperti ini.

Aku ingat saat aku mulai memikirkan tentang dirimu. Mulai mencari seluk beluk dirimu, sampai-sampai aku menjadi orang lain. Melakukan penyamaran, walaupun akhirnya kau mengetahuinya.

Walaupun hanya rasa suka, entah mengapa aku iri dengan orang yang bisa dekat denganmu. Aku mulai merasakan ketidaksukaan saat kau bersama orang lain. Aku tak sama seperti mereka, aku jarang berbincang dan hanya berani chatting denganmu.

Aku tahu kau juga menyukai seseorang. Aku menerima kenyataan ini. Itu hakmu untuk menyukai seseorang. Juga karena kesalahanku, tak berani menyatakan rasa ini. Aku hanya bisa diam, menyimpan rasa ini hingga berlalu.

Advertisement

Aku akan mendoakanmu semoga kau bisa bersama dengan dia. Doa yang kupanjatkan diam diam. Doa yang juga berisi permohonan semoga kau tak tahu pria pengecut ini.