Assalamualaikum sayang, laki-laki yang namanya selalu kusebut di sepertiga malam

Sayang aku bukan perempuan romantis yang suka membuat pria jatuh cinta dengan surat-surat cintaku. Dan aku percaya kamu mencintaiku bukan karena itu, tapi memang karena diriku yang apa adanya di matamu.Jujur, aku menulis ini bukan karena aku mau. Tapi karena ada masa dimana aku ingin mengungkapkan semua isi kepalaku di depanmu, tapi aku tak mampu.

Aku takut menyinggung perasaanmu, takut melukai hatimu.

Sepanjang perjalanan kita yang belum ada seperempat tahun ini aku sungguh merasa ujian yang teramat hebatnya ketika menjalin cinta.

Mulai masalah yang timbul dari masa laluku, hingga ibumu.

Advertisement

Aku tau beliau sungguh sangat mengasihimu, sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, beliau mencintaimu begitu hebatnya. Begitupun kamu.

Kita bahkan pernah berbicara ibu adalah malaikat tanpa sayap. Saat aku lontarkan kalimat itu, bukan semata mata ku tujukan untuk ibuku saja. Kamu tau sayang? Aku sungguh berterimakasih kepada ibumu yang telah melahirkan seorang laki-laki yang didewasakan dengan penuh kasih sayang.

Hingga pada akhirnya kita dipertemukan dengan perasaan cinta, kamu tau bagaimana cara menghargai seorang wanita, AKU.

Wajar adanya jika orang tua ingin yang terbaik untuk putranya. Dari tercantik hingga terkaya. Tapi apa salah jika kita berjalan dengan pedoman rasa sayang?

Dulu kamu dibesarkan untuk berbagi kasih sayang dengan orang tua dan saudara perempuanmu satu-satunya, sampai pada akhirnya kamu memilihku untuk mendampingimu berjuang mencapai citamu dimasa depan. Cinta yang tadinya hanya kamu bagi untuk mereka sekarang kamu sisihkan sedikit untuk kita bagi bersama.

Aku tak meminta banyak sayang, cukup kamu cintai aku sebegini adanya tanpa dilebih-lebihkan, karena mau sekuat dan sehebat apapun aku, cintamu kepadaku tak akan pernah bisa melebihi cintamu untuk ibumu.

Aku mengenalmu hanya dengan hitungan bulan, sedangkan beliau mengenal mu sejak dalam kandungan. Bagaimana mungkin aku bisa melawan cinta yang sudah begitu lamanya? Sayang, andai beliau tau aku sungguh merasakan hati yang teramat sakit ketika tau beliau mengucapkan tak menyukaiku menjadi pendampingmu. Aku yakin beliau tak akan tega melihatku sebagai sesama wanita menangis hingga tersedu.

Aku memang belum pernah memperlihatkan pada beliau seberapa besar cintaku untukmu, diusia kita yang masih belia seperti ini apa aku pantas mempertontonkan romantika kita didepan orang tua? Aku hanya ingin berjalan bersamamu apa adanya.

Aku tak pernah berfikir merebutmu dari siapapun, aku tak pernah ingin memilikimu seutuhnya.

Untuk kali ini saja, tolong aku. Tolong perjuangkan aku sebagai wanitamu. Aku tak pernah meminta apapun kepadamu kecuali menjaga kesehatan dan jangan meninggalkan ibadah kepada Tuhan. Maaf jika permintaanku berlebihan, aku hanya ingin ketika aku salah ibumu mau menegurku atau bahkan memarahiku bukan diam tanpa mengingatkanku.

Aku ingin menjadi perempuan yang diharapkan oleh ibumu, yang bisa membahagiakan mu dengan hal yang sederhana. Membangunkanmu pagi hari, menyiapkan seragammu, memperhatikan porsi makanmu, hingga mendengar keluh kesah mengenai pekerjaan yang kamu tekuni ketika aku dalam pelukanmu dimalam hari.

Sayang, yakinlah hal sederhana semacam itu tak akan bisa kita jalani bersama tanpa ridho orang tua, terutama ibumu.

Aku tak berharap apa-apa saat ini, aku yakin beliau akan luluh jika tau betapa besar rasa yang kita punya untuk hidup bersama, hidup dalam satu atap, memberikan cucu-cucu yang lucu dan lengkap.

Untuk sekali ini saja, bantu aku mengambil hati ibumu. Bukan cuma kamu yang harus mencintaiku, aku berharap keluargamu ikut mencintaiku. Tolong, jelaskan pada beliau kesalahpahaman bahwa aku merebut semua perhatianmu, jelaskan pada beliau bahwa aku adalah tipe perempuan yang menerima kritik dan saran.

Semoga permintaanku ini menjadi bukti bahwa kamu mau memperjuangkan aku sebagai wanita mu.