Siapa yang sangka kita akan sedekat ini? Dengan banyak perbedaan yang ada diantara kita nyatanya kita bisa berbagi banyak cerita. Mari kita bahas dari yang terlihat, sekarang aku terlalu berisi dan sibuk menurunkan berat badanku, kamu terlalu langsing dan sibuk menggemukan badanmu. Tapi kalo udah sama-sama, ada waktunya kamu lupa jadwal makanmu, ada pula waktunya aku yang justru lupa jadwal dietku.

Emhh, selanjutnya ada tinggi badan *uppsssss, kepribadian, bidang pendidikan, ketelatenan berdandan dan sebagainya. Lalu hal penting lainnyaa yang kadang jadi sumber selisih adalah tentang agama. Ya, agama kita berbeda. Kamu berdoa dengan menengadahkan tangganku dan aku dengan melipat tangan ku. Dannn, satu lagi kamu punya pacar dan aku jomblo.

Tapi, terlepas dari semua perbedaan itu, ada hal yang mungkin tak pernah ku ucapkan seara langsung dan lugas padamu. Ada kata yang meskipun sudah di ujung lidah begitu sulit tersampaikan.

Aku bersyukur bisa mengenalmu, maaf jika kadang candaku terlalu, maaf jika kadang dengan angkuhnya aku tidak menghiraukan nasehatmu, maaf jika sering kali aku justru susah kau temui saat kau perlukan. Maaf untuk segala hal yang yang ku buat yang mungkin membuat hatimu tak nyaman.

Selain itu, Terimakasih. Terimakasih untuk tetap menjadi sahabatku meskipun aku begitu buruk dan terpuruk, terimakasih tetap menemaniku sesulit apapun jalanku selama ini, terimakasih untuk selalu membantuku berdiri di saat aku jatuh, terimakasih untuk tetap memelukku ketika aku begitu lemah, terimakasih untuk mau mendengarkan segala kisahku yang kadang juga tak berarti.

Advertisement

Terimakasih sudah ada di dunia ini ya…

Terimakasih sudah memilih tetap menjadi sahabatku.