Hei, my dearest best friend

Seandainya kamu tau gimana rasanya jadi aku yang harus berlama-lama menahan diri untuk gak nunjukin bahwa aku punya perasaan lain sama kamu, aku pengen kamu nganggep aku lebih dari sekedar sahabat.

Lewat tulisan ini, aku cuma ingin kamu tau kalau aku cinta sama kamu,

Aku tau kamu gak bakal anggap aku lebih dari sahabat untuk sekarang, tapi yang perlu kamu tau, aku udah cukup seneng karna udah berani nyatain perasaan aku ke kamu, dan aku bakal tunggu kamu, seandainya nanti kita tidak berjodoh, aku harap Allah kasih aku seseorang yang bisa memperlakukan aku sama seperti kamu memperlakukan aku.

1. Aku jealous tiap kali kamu jalan sama cewek lain

Advertisement

Ya aku sadar kepribadianmu yang supel, ramah, sopan dan friendly banget membuatmu mudah bergaul dengan siapapun tak terkecuali cewek-cewek di sekolah kita. Terus terang aku jealous banget ngeliat kamu deket sama mereka apalagi kalau pas ada tugas kelompok.

Berhubung kamu lumayan pinter di semua bidang study, kesempatan deh tu kalau pas ada tugas kelompok ataupun PR, hampir semua cewek-cewek di kelas nimbrung ngerjain PR di bangkumu, dan 1 cewek yang bikin aku makin jealous karna ku rasa di suka sama kamu, dan tebakanku bener, kamu makin asyik dah tu berdua.

Tapi aku bisa apa? Mau bilang kalo aku cemburu gak mungkin, kita kan cuma sahabatan, gak lebih dan aku juga gak berhak ngelarang kamu buat deket sama cewek manapun.

2. Perhatianmu padaku membuatku semakin yakin untuk memilihmu.

"Heyho, kalkulator berjalanku, lagi apa ? Sudah belajar untuk persiapan ujian fisika besok ?" kalkulator berjalan, 1 dari beberapa julukan yang engkau sematkan padaku, hampir setiap hari kita berkirim kabar via SMS.

Meskipun sudah seharian bertemu di sekolah, tetap saja ini menjadi hal yang special untukku, perhatianmu segalanya, rasanya senang sekali menemukan seorang pria yang perhatian padaku. Kau rela menemaniku mengambil kartu ujian hingga sore hari karena aku menjadi langganan tunggakan SPP.

Aku yakin banget aku gak jatuh cinta sama orang yang salah, ya meskipun kamu selalu lupa hari ulang tahunku, gak masalah buatku.

3. Sedih sih, tapi..

Meskipun kita deket udah lama banget, dan aku udah khatam banget kamu gimana, kamu memang gak terbiasa ngucapin selamat ultah ke aku, ya pernah sih sesekali itu pun kalau ada yang ingetin kamu, tapi tetep aja aku kesel.

Sekali-kalinya kamu inget ultah aku, kamu cuma bilang gini : "Eh, tante ultah ya hari ini met ultah tante all the best with you" Ehem, tante panggilan kamu ke aku, selain kalkulator berjalan. Aku panggil kamu om. Lucu ya kalau dipikir-pikir kamu yang terlalu cuek sama aku atau aku yang terlalu ngarepin kamu?

Om, bisa gak sih sisain sedikit aja ruang hati om buat tante yang udah lama banget nunggu perhatian dari om ? Aku sedih lho kalau kamu gitu ke aku, tapi aku bisa apa ? Kita cuma sahabatan.

4. Serba salah

Perasaanku ke kamu jadi serba salah, aku takut kehilangan kamu kalau aku nyatain perasanku, aku bukan tipe wanita yang mudah jatuh hati. Kau adalah laki-laki kedua di dunia ini yang paling aku cintai setelah ayah ku, tak ku sangka ternyata berat untuk sekedar menyatakan bahwa aku cinta kamu.

Aku jadi salah tingkah tiap kali tatapan mata kita bertemu, seandainya kamu tau rasanya berat banget untuk nggak bilang kalau aku cinta sama kamu.

Aku selalu merasa bersalah tiap kali tatapan mata kita bertemu, aku yakin se yakin yakinnya kalau kamu juga cinta aku, tatapan mata itu nggak bisa bohong. Tapi aku bisa apa ? Apa aku harus bilang duluan ke kamu kalau aku cinta kamu ? Rasanya kok gengsi ya ? Apa aku harus nurunin gengsi aku ? Oh Tuhan, please help me.

5. Akhirnya Waktu itu tiba

Satu tahun setelah kelulusan, ku kumpulkan segenap keberanian untuk menyatakan perasanku padamu jujur saja rasanya deg-degan bahkan untuk memulai pembicaraan denganmu via telepon saja rasanya berat sekali.

Selang beberapa menit setelah telepon kau angkat aku belum juga memulai pembicaraan hingga akhirnnya kau menegurku "Hei tante aneh mau ngomong apa ?"

Ku tarik nafas dalam-dalam dan menyatakan segala isi hatiku dalam 1 nafas. "om salah gak kalau aku suka sama kamu ? "Kenapa harus aku ?" Jawabmu seolah tak percaya.

"Aku pengennya sama kamu bukan yang lain, udah nyaman sama kamu". "Aku harus jawab apa?" Ungkap mu singkat.

"Sebenernya aku tau kamu gak bakal terima aku tapi aku cuma pengen kamu tau kalau aku cinta kamu, aku gak butuh jawaban kamu sekarang." Jawab ku pasrah.

"Aku perlu waktu untuk pahami ini semua, aku masih mau fokus kuliah dulu aku minta maaf mungkin akan banyak sekali orang yang merasa terabaikan olehku termasuk kamu, aku mau fokus ke kuliah dan karir aku dulu." Jawaban yang sudah aku perkirakan sebelumnya, aku bodoh rasanya malu sekali saat itu.

6. Semakin merasa bersalah karena rasa ini

Beberapa hari setelah ku nyatakan perasaan ini, entah mengapa hubungan kita jadi renggang sepertinya hal yang selama ini ku takutkan benar-benar terjadi, kau mulai menghindariku.

Ah, aku semakin merasa bersalah seharusnya aku bisa lebih bijak dan tidak terburu-buru menyatakan rasa ini, kini semua ku serahkan padamu.Tetap ingin menganggapku sebagai sahabatmu atau bukan.

Ah, aku memang egois, aku minta maaf, tapi aku yakin kamu juga mencintaiku, lagi-lagi aku yakin akan tatapan matamu saat itu, tapi aku harus bagaimana ? Aku bisa apa ? Kalau kamu hanya menganggap aku sebagai sahabatmu ?

7. Kini aku pasrah

Aku tak peduli meskipun engkau menghindariku, aku tetap menganggap engkau pria yang ku sayangi, ya sekaligus sahabat terbaikku. Aku tidak tahu pasti seperti apa perasaanmu yang sebenarnya padaku, yang aku yakini engkau jodohku.

Sedikit memaksa, aku sebenarnya bingung padamu, kau tidak mau mengakui bahwa engkau juga memiliki rasa yang sama.

Tapi percakapan terakhir kita saat hari ulang tahunmu, membuatku yakin bahwa kau juga mencintaiku, kau seperti membiarkan sedikit celah di hatimu untuk ku isi. Ah, sudahlah aku pasrah saja, seandainya engkau jodohku, aku yakin Allah satukan kita di saat yang tepat, 1 hal yang harus selalu kamu ingat, aku menanti mu di sini.

"Kini akhirnya ku putuskan untuk memilih membiarkanmu pergi karena rasa ini.

Tapi aku yakin kalau jodoh nggak akan kemana, kaya lagunya Afgan, jodoh pasti bertemu".

Kalau memang nanti kamu bukan jodohku, aku berharap Allah kasih aku seseorang yang bisa memperlakukan aku sama seperti kamu memperlakukan aku, dan kamu akan tetap ada di hatiku sebagai sahabat terbaik.

"Terima kasih sudah pernah menjadi bagian terindah dalam hidupku Mr. Wms."