Hai, selamat pagi! Senang rasanya berada di halaman terakhir kalender. Kita telah di penghujung tahun. Sebentar lagi gemerlap gemintang cantik kembang api akan berpendar menghiasi langit. Pun suara terompet aneka macam bentuk terdengar nyaring memecah keheningan malam. Kamu pun larut dalam kemeriahan pergantian tahun bersama orang-orang terdekatmu.

Tahun terus berganti seiring waktu yang tetap berjalan. Suka atau tidak di setiap akhir bulan Desember, hitungan tahun akan bertambah. Tak peduli bagaimana kita menjalani setahun lalu. Waktu akan terus berjalan, tanpa ada yang bisa menghentikannya. Pun waktu juga tidak mampu diputar mundur. Apa yang telah dilakukan selamanya akan tertoreh menjadi sebuah kenangan, entah itu baik atau buruk.

Apa yang telah kita lakukan setahun yang lalu? Baik atau burukkah? Itu akan menjadi pertayaan yang mungkin paling mengetuk kesadaran di ujung nurani. Bagaiaman kita melewatkan setahun yang hampir berlalu ini? Berapa banyak orang yang kita tolong? Atau jangan-jangan malah lebih banyak lagi orang kita buat tertunduk sedih karena ucapan yang melukai hati mereka?

Aku pun juga tak tahu pasti. Tapi yang ku yakini, kebahagiaan itu datang seiring senyum yang tertoreh di wajah-wajah layu itu saat kita mengulurkan bantuan dengan tulus. Ahh, “ketulusan” menjadi kata yang teramat mahal akhir-akhir ini. Udara terasa pengap dengan kebencian. Berlomba mencari kebenarannya masing-masing. Bukankah jabat tangan dan senyum tulus itu akan jauh lebih baik?

Tak pernah ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Berlomba menebar kebaikan akan membuatmu kian kaya hati. Mengulurkan hati dan tangan pada orang-orang yang membutuhkan mampu menyembuhkan dahaga batin. Apa yang lebih membahagiakan selain bisa berbuat baik dan menghadirkan kebahagiaan pada sesama?

Advertisement

Mari berubah menjadi lebih baik! Kalau pun bukan untuk orang lain, setidaknya untuk dirimu sendiri. Demi bergerak maju, hidup perlu perubahan. Sudah selayaknya manusia berubah untuk menuju kesuksesan. Kesuksesan bukan hanya soal uang atau pencapaian tujuan kehidupan pribadi. Sukses yang hakiki adalah ketika manusia bisa membagi kebahagiaan dengan sesama.

Kebaikan adalah bukan ketika kita puas mencaci kesalahan orang lain. Kebaikan bukan tentang kesedihan orang lain yang kita tertawakan sesuka hati. Kebaikan bukan saat kita membiarkan orang lain tertunduk sedih karena tersakiti dengan kata-kata kita. Kebaikan adalah saat manusia mau mengulurkan tangannya untuk manusia yang lain.

Menolong mereka yang lemah dengan tulus. Bukan malah menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menginjak yang lemah. Mari berubah menjadi lebih baik. Kebaikan yang kita lakukan kelak akan kembali pada diri kita juga. Begitu pula dengan keburukan. Keburukan yang kita lakukan, juga akan berbalik menjadi keburukan pada diri kita. Bukankan apa yang ditanam itu pula yang dituai?

Pada akhirnya tak ada ruginya bila manusia berubah menjadi lebih baik. Selalu ada kesempatan bagi manusia untuk berubah. Tentu saja selagi nafas belum berakhir. Waktu boleh terus berjalan dan tahun pun terus akan berganti. Namun, waktu juga pula yang menyediakan kesempatan bagi manusia untuk berubah. Orang yang beruntung adalah orang yang pandai memanfaatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Mari berubah menjadi lebih baik. Bukan hanya untuk dirimu saja, namun juga untuk sekitarmu. Jangan menyerah! Tahun boleh saja berganti, namun kesempatan untuk menjadi lebih baik masih ada!