Pernahkah kau melihat orang asing dihadapanmu, lalu kau terpaku, seraya terlintas dibenakmu bahwa dialah orang yang akan menghabiskan sisa masa hidupnya disampingmu?

Lalu, kemudian kau menjalani kelanjutan hidupmu sejak saat itu, berkhayal kau akan bertemu lagi dengannya, sekedar tahu namanya atau bahkan menjalin kisah indah yang hidup dalam khayalmu.

Tapi, kenyataannya, kehidupan tak seindah khayalan dan imajinasimu.

Orang asing yang kau lihat saat itu tetap menjadi orang asing, atau mungkin hanya jadi sedikit lebih tidak asing.

Terkadang ada yang cukup beruntung dan berani untuk tahu namanya, mendengar suaranya, berbincang dengannya dan mempunyai kesempatan untuk tahu bahwa seseorang yang ditemuinya tidak sama dengan seseorang yang hidup dalam khayalannya. Atau segalanya berjalan sempurna, hingga akhirnya harapanmu harus berhenti sebatas zona saling mengenal atau pertemanan semata.

Advertisement

Then, you know it was a false alarm.

Terkadang manusia memang suka salah mengartikan sinyal yang dikirimkan hati, karena tercampur berbagai ekspektasi dan imajinasi. Terkadang mata manusia juga suka memanipulasi, hingga logika sesaat terhenti.

Tapi, kau tak perlu menjadikan hal-hal seperti itu sebagai alasan dirimu untuk berhenti percaya pada hatimu, menghianati hatimu dan mencoba membohonginya. Karena terkadang manusia memerlukan kesalahan untuk belajar, begitu pula hatimu.

Terkadang kau jatuh cinta pada orang yang salah, atau dengan cara yang salah. Namun, jika kau mau mebuka hatimu, kau bisa menjadikan hal itu sebagai proses untuk hatimu belajar mencintai seseorang yang tepat, dengan cara yang tepat.

Cobalah untuk selalu tetap tenang dan hadapi semua harapan.

Percayalah bahwa hatimu akan mampu jatuh pada orang yang tepat, dengan cara yang tepat, di saat yang tepat. Jika bukan hari ini, jika bukan saat ini, mungkin besok atau lusa.

Selalu ada harapan untuk orang-orang yang percaya pada harapan. Selalu ada kesempatan untuk jadi lebih baik bagi orang-orang yang mau mencoba untuk menjadi lebih baik lagi.

Percaya dan buktikanlah.

Jangan lupa bersabarlah.

Harder and longer process will make you either wiser or more miserable.

It is you who choose.