Hari ini sangat berbeda dari biasanya. Aku yang biasanya selalu tersenyum ceria dan penuh semangat untuk hari ini kehilangan segalanya. Jangankan untuk tersenyum, beranjak dari tempat tidurku saja terasa sangat berat. Itu semua karena aku teringat padamu, wanita yang pernah menjadi bagian terpenting dari hidupku. Hari ini adalah tepat 1 tahun aku harus kehilangan kamu. Entah kenapa aku teringat lagi akan semua kenangan bersamamu?

Padahal selama ini aku sudah bisa tersenyum kembali setelah kehilanganmu, tapi mengapa untuk hari ini kau hadir lagi di benaku?

Mengapa untuk hari ini bayangmu begitu sangat menghantuiku?

Aku pun bertanya dalam hati, Apakah ini semua karena aku merindukanmu?

Ya itu memang benar, aku memang merindukanmu.

Advertisement

Jujur memang kau adalah yang pertama bagiku. Kau adalah wanita pertama yang bisa membuatku tersenyum bahagia, kau bisa membuatku merasakan manisnya cinta dan kau juga wanita pertama yang membuatku merasakan pahitnya cinta. Akan tetapi di balik rasa sakit yang pernah kau berikan padaku, ada banyak kisah dan kenangan yang kita lewati bersama. Dan tepat hari ini, semua kisah dan kenangan yang pernah kita lewati,terasa sangat jelas di benaku. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, kenangan bersamamu adalah kenangan yang sangat sulit untuk aku lupakan.

Andai aku punya mesin waktu, aku ingin sekali kembali ke masa-masa bersamamu dulu.

Aku terdiam di samping tempat tidur memikirkan hal itu. “andai aku punya mesin waktu”.

Saat ini aku ingin sekali kembali ke masa itu, masa di saat kita bersama merajut indahnya cinta. Di mana saat itu tidak ada kesedihan, yang ada hanyalah kebahagiaan saat aku berada di sampingmu.

Aku bisa tersenyum, bercanda dan tertawa dengan lepas saat bersamamu.

Dan saat ini, aku ingin mengulanginya sekali saja agar perasan yang aku rasakan saat ini bisa hilang.

Tapi aku sadar, aku tidak bisa mengulang waktu yang pernah kita lewati, karena kenyataanya memang kita sudah tidak bersama lagi.

Sekarang aku hanya bisa berdo’a kepadamu ya ALLAH, tolong jagalah dia orang yang pernah menjadi sebagian dari hidupku.

Saat aku mulai menyadari kalau semuanya sudah menjadi takdir yang harus aku jalani, aku hanya bisa menangis mengenang semua kisah dan kenangan yang pernah kita lewati.

Sekarang aku hanya bisa berdo’a, semoga kau bisa bahagia di sana meskipun tak bersamaku.

Aku meminta kepadamu ya Allah, berikanlah hamba pengganti yang lebih baik darinya.

Aku yakin di balik cobaan yang Kau berikan kepadaku, Engkau telah menyiapkan sesuatu yang lebih indah daripada yang hamba bayangkan. Aku serahkan semuanya padaMu ya Allah.

Inilah tentangku yang tak bisa mengulang waktu.