Segala hal yang terjadi dalam hidupmu akan meninggalkan jejak pengalaman yang bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk melangkah dan menatap masa depan. Teruslah melangkah, hingga kelak jejak-jejakmu akan diikuti oleh orang di belakangmu. Memang seringkali saat melangkah kita tersandung dan akhirnya terjatuh, tapi bukankah itu tidak membuatmu untuk berhenti berjalan bukan?

Ada pun dalam proses hidup yang berjalan, kita sangat membutuhkan seorang sahabat tempatmu bercerita dan bersandar saat merasa kelelahan. Sahabat yang bisa membuatmu untuk bangkit lagi jika kamu merasa putus asa, yang dimana tangannya selalu siap merangkul di kala kamu hendak terjatuh.

Karena kamu pasti mempunyai seorang sahabat sejati, yang selalu bahagia bersamanya, sahabat yang sudah mendarah daging, sudah tahu tindak tandukmu, sikapmu yang baik maupun yang buruk. Ini tidaklah berlebihan, jika kamu mengungkapkan apa yang kamu rasakan kepada sahabatmu, bahwa kamu menyayanginya.

Kembali lagi, kamu dan dan sahabat sejatimu harus selalu bersama melangkah, dari bawah sampai kita sudah berada di puncak, tersenyum kecil dengan kepuasan yang besar, hingga kelak akan meninggalkan memori-memori indah yang dapat dikenang sampai kapanpun, membawamu kembali terbang lepas dan melayang ke dalam kenangan masa lalu yang bisa kamu ceritakan pada bocah kecil saat kamu sudah tua nanti

Jika matahari hendak terbenam, pergilah ke pesisir pantai, rasakan derasnya gelombang, burung berkicau dan terbang rendah dengan sayapnya. Rasakan hangatnya mentari, hembusan angin, dan kamu akan merasakan ketenangan, semangat dalam menjalani hidup dan kamu akan bangkit untuk berkarya dengan bakat yang kamu miliki.

Advertisement

Berjalanlah di tepian pantai itu, bersama sahabat sejatimu, nikmati hidupmu disana dengan nyaman, dan mulailah berangan bahwa kelak kalian akan selalu bersama bagaimanapun keadaan, melawan derasnya gelombang dalam kehidupan.

Duduk santailah di pinggiran pantai, ingat kembali memori-memori indah yang pernah kalian jalani, bahwa sahabat kecilmu sudah beranjak dewasa, begitu juga dirimu. Tumbuh bersama, tertawa bersama, dan bahagia bersama. Perhatikan arus di lautan, kadang mengarah ke hulu, kadang juga berbalik ke hilir, begitu pun dengan jalinan hubungan, kadang indah, diisi dengan canda tawa dan kekonyolan di setiap saatnya.

Tetap terkadang pasti ada sedikit karang yang ingin menjatuhkan, tapi percayalah sebenarnya itu hanyalah sedikit ujian, karena sejatinya ujian untuk menguatkan jalinan hubungan, terutama persahabatan.

Tidak ada hal yang pasti dalam hidup ini. Sesuatu yang menurut kita selalu ada, bisa saja pergi meninggalkan kita, jangan pernah menganggap hati orang lain itu mudah ditebak. Setiap hati berbeda-beda, tidak bisa dipaksakan, apa yang mereka rasakan, tidak bisa kita tahan, dan apa yang mereka inginkan, tidak bisa kita hentikan.

Maka dari berjanjilah satu sama lain, berjanji dengan hati yang tulus, berjanji untuk tetap bersama bagaimanapun keadaan, sahabat lebih baik dari teman, apalagi pacar, bukan apa-apanya dibandingkan dengan seorang sahabat, adapun 1 sahabat lebih baik dari 1000 teman.

Dan di antara berbagai macam kelebihan sahabatmu, pasti ada beberapa keburukan yang mereka miliki, janganlah ingat keburukannya, tapi ingatlah salah satu dari kebaikannya, maka keburukan yang mereka miliki akan tertutup dengan kebaikan-kebaikan yang pernah dia berikan untukmu.

Maka dari itu, sekali lagi, berjalanlah lurus di pinggiran pantai, tinggalkan jejak kaki kalian, hingga kakimu terbenam di dalam pasir-pasir, terhanyut jejaknya oleh ombak lautan, hingga berdesir hilang perlahan bersama angin malam yang tenang.

Terlepas dari itu, pertanyaan siapakah sahabatmu? Siapa dia, bagaimana sikapnya terhadapmu, sahabat adalah orang terdekat kita, selalu siap dan sigap dengan keadaanmu, menerima kekuranganmu, mampu membuatmu tersenyum di kala sedih, dengan cara-cara konyolnya, sehingga bibirmu mampu lagi untuk tersenyum.

Dan saat kau merasa sedih, seringkali sahabat kita mengatakan, “sudahlah, lo lebay banget pake sedih sedih segala”. Jangan hiraukan. Itu hanya perkataannya saja, dia tidak ingin terlihat bahwa dia mengkhawatirkanmu, atau dia ingin menghiburmu tapi tidak tahu bagaimana caranya. Tapi percayalah, sebenarnya dia juga menyimpan kesedihan, sama seperti apa yang kamu rasakan, dan tidak ingin melihatmu terus bersedih sehingga dia berkata seperti itu. Itu lah dia, sahabat sejatimu.

Sekarang, tingkah lakumu, apa yang kau pikirkan, selaraskan dengan tindakan, jangan hanya stagnan, diam di tempat, sekarang hari sudah mulai malam, mentari sudah terbenam, bekas-bekas langkah kaki yang kamu pijakkan di pasir perlahan-lahan hilang terbawa arus ombak, tetapi itu hanya bekas, karena apa yang sudah dilakukan masih ada dalam ingatan, memori-memori yang berharga,

Untuk itu, pulanglah.

Bersama sahabat sejatimu.

Lakukan yang terbaik, bersama sahabatmu

Jangan biarkan semua itu hanya berlalu,

buatlah kesan dalam dirimu.