Terima kasih.

Kau adalah lelaki yang selalu mengingatkanku bahwa kita tak lebih lemah dari keadaan. Kau selalu menguatkanku saat aku hanya melihat kehampaan dalam hubungan kita. Kau bilang kita hanya sedang berbesar hati membiarkan jarak mengambil bagian dalam hubungan kita agar kita tak lemah oleh perasaan. Bahkan ketika kesibukanku dan juga kesibukanmu perlahan merenggut kita, kau tetap menyempatkan sedikit waktumu untuk mengingatkanku bahwa hatimu tak berubah sedikitpun. Meskipun kau tak menggenggam tanganku dan aku tak mengusap peluh lelahmu, kita tetap menyatu dalam cinta ini.

Aku ingat ketika kau memintaku untuk tetap percaya padamu, karena kepercayaanku adalah kekuatan untukmu yang terpisah jarak dariku.

Yaa. Kepercayaan kau jadikan tameng untuk kita berlindung dari kerapuhan hati agar tetap berjalan bersama.

Kini, lima tahun berselang. Cerita kita masih tetap ada. Kita belajar dari banyak peristiwa yang telah kita lalui. Tak jarang pertengkaran singgah dalam hubungan kita. Namun, semua itu hanya membuat kita semakin mampu melihat meski tak nyata, merasa meski hampa dan melangkah meski tak berarah.

Advertisement

Tetapi, hati kita tetap memberi dari ketidaknyataan, kehampaan, dan ketiadaan. Terkadang aku benci dengan keadaan ini. Aku menyesalkan waktu mengapa enggan memberikan sedikit kesempatan untuk kita bersama, saling bertatap, bercerita, tertawa bahkan menangis, karena sungguh menyedihkan ketika aku lupa bagaimana caramu bercerita, menatapku, menertawakanku dan caramu meluapkan kesedihanmu di hadapanku.

Dua tahun sudah jarak ikut serta dalam hubungan ini. Cinta kita mengajarkan kita tentang kesabaran dalam menghadapi dan kebesaran hati dalam menerima. Tetap tenang dan bertutur lembut adalah caramu meredam emosi yang ketika itu mewarnai obrolan kita via telepon.

Setiap kali itu terjadi, seketika air mata menetes. Aku menyesal untuk membiarkan emosi menodai hubungan kita. Kau adalah lelaki yang memperkenalkanku dengan cinta. Cinta untuk tetap bertahan meski sulit dan memahami meski berbeda.

Hari ini, lima tahun yang lalu kita memulai langkah bersama, mengurai tawa bersama, meneteskan airmata bersama dan berjanji bahwa aku untukmu dan kamu untukku. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku menyayangimu bukan hanya sebatas kata. Bantu aku untuk terus bertahan, ingatkan aku terus bahwa kita saling menyayangi dan temani aku terus sampai kita benar- benar tak mampu untuk menemani.

Selamat berjuang melawan sakit bersama. Menggemakan tawa bersama. Meneteskan airmata bersama. Bangkit bersama dan menua bersama.

Aku bahagia memilikimu selama lima tahun ini. Maaf jika selama perjalanan ini aku membuatkmu kesal, aku berbuat semauku, dan aku tak pedulikan kamu. Namun, tetaplah menjadi lelakiku.

Happy 5th Anniversary, sayang.

Aku mencintaimu.