Terima kasih untuk kamu yang disana, yang dulu pernah ada dihati.

3 Tahun yang lalu Aku dan Kamu menjadi KITA namun saat ini semua berubah seketika, ingin rasanya aku menangisi dirimu yang telah mengkhianati. namun entah kekuatan dari mana datang untuk menahan air mata ini. Dan menahan semua sakit pengkhianatan ini.

Kau berlalu seakan-akan tak ada cerita

entah sejak kapan kamu memulai untuk mengkhianati semuanya, bagaimana bisa lelaki yang selama ini aku anggap sempurna CINTAnya mampu mengkhinati semuanya. sakit ketika aku mencoba menggenggam sesuatu yang sudah lama aku miliki dan harus aku relakan untuk orang lain. yang entah sejak kapan kamu memulai cerita dengannya.

berdiri tegak untuk meraih mimpi

Advertisement

perjalanan yang cukup panjang untuk kita lalui bersama dalam hubungan ini, manusiawi aku rasa ketika semua hal yang biasa aku lakukan bersamamu kini semua telah berubah. Kaget? Sedih? Sakit? namun semua harus bisa aku jalanin sendiri. Bagaimana aku bisa melakukannya sendiri, kalau ternyata setiap langkah perjalanan ku selalu ada bersamamu? bagaimana bisa aku meraih mimpi ku sendiri, kalau ternyata disetiap mimpi itu ada kamu yang selalu aku harapkan? ya benar, memang semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi ketika Cinta yang tulus sudah berbicara, sesakit apapun itu aku ikhlas untuk melakukannya sendiri dan menghapus dirimu dari mimpiku dan melangkah maju tanpa harus menoleh kebelakang.

Peran yang berbeda

dulu aku selalu ada disaat kamu dalam kesedihan begitupun sebaliknya, namun kini kita memiliki peran yang berbeda. Ya benar-benar sangat berbeda dari 3 tahun yang lalu. kamu lebih memilih melenggangkan kakimu dan memegang erat tanggannya tanpa melihat aku. namun semua sudah terjadi dan aku pun sudah mengikhlaskan kamu untuk pergi dari kehidupanku dan pergi bersamanya.

Cinta yang dewasa

ketika semua orang disekitar mengetahui dan berharap kita untuk bersama kembali, aku rasa semua tidak mungkin. karna segala sesuatu yang sudah ditakdirkan pergi ketika kembali rasanya pun sudah berbeda. untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah belajar menerima kenyataan yang pahit dan sakit serta ikhlas dan sabar menerima semuanya.

untuk kamu yang disana yang telah bersamanya terima kasih atas semua pelajaran yang kamu berikan disaat kita bersama. mungkin kalau kita tidak dipertemukan aku tak akan pernah sesabar dan seikhlas saat ini.

Terima Kasih atas pengkhianatan yang kamu berikan, dengan begitu aku tau untuk memilih seseorang yang akan kelak bersamaku.