Aku tak tau harus memulai cerita ini dari mana.

Jika aku memulai dari awal, mungkin kisahku ini sudah jadi novel. Ceritaku mungkin terlihat pasaran atau karena dalam cerita cinta ya memang begitulah alur cerita nya, dari mulai ketidakkenalan sampai berteman, pacaran, merasa nyaman, lalu menyakitkan.

Mungkin aku akan memulai dari hal yg paling berkesan, kesan yg membuat aku tidak bisa melupakan kamu. Ya, saat badai menerpa hubungan kita, dan bagaimana setengah matinya aku berjuang untuk cinta kita, hingga akhirnya kita mampu melewati badai tersebut.

Tetapi setelah badai itu berlalu, tak terlalu lama aku merasakan cinta sejati mu, tetapi setelah itu, aku baru menyadari jika dalam hubungan ini, hanya aku yg berjuang.

Kamu?

Advertisement

Kamu seakan perahu yg di terpa angin kencang yg terombang ambing seperti itu lah kamu membawa cinta kita. Pada waktu itu, aku tak mampu lagi bertahan, aku mulai merenggangkan genggaman ini. Karna aku sudah sadar, jika hanya aku yg berjuang dalam cinta ini. Aku tak tau apa yg dipikirin mu. Apakah kau tak melihat semua perjuanganku? Semua perjuangan kita. Saat aku menemani hari-hari terbaikmu bahkan sampai hari terburuk mu, begitu juga sebaliknya.

Semakin lama genggam KITA semakin renggang dan terlepas. Siapa yg melepaskan? Ya jelas kamu! Kamu yg melupakan semua perjuangan kita, semua kenangan kita, semua tentang kita.

Gimana rasanya? Duh rasanya terjatuh dari atas tebing, jatuh dan hancur berkeping keping. Semua salah ku, aku yg terlalu percaya kepadamu, aku yg terlalu membebaskan mu,dan inilah yg terjadi, kita hancur karena dia 'lagi' .

Sungguh aku masih tidak percaya, sebegitu mudahnya dia masuk dalam hubungan kita. Aku tak percaya kamu melakukan nya lagi kepadaku. Kamu yang pernah mencintaiku, kamu yang pernah membuatku bahagia, berhari-hari bersama, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun. Dengan mudahanya aku memberikan kepercayaan cinta sejati ku padamu, aku percaya kau satu-satunya, aku percaya kau tak kan meninggalkanku, aku percaya kau yang terbaik, aku percaya kau lah dia orangnya yang dikirim Tuhan untuk menemaniku . sekarang? Kau patahkan segala harapan ku pada mu, harapan tenang kita.

Tapi, mungkin inilah yg terbaik untuk kita. Kita di takdirkan untuk mencintai tapi tak saling memiliki.

Karna dulu aku mencintaimu dgn begitu tulus, sehingga sulit untuk menghapus nya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Bahkan tahun berganti tahun. Jujur, rasa ini masih untukmu? Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu? Kamu adalah orang yang paling banyak menuliskan cerita, menuliskan warna di hidupku, tiada hari tanpa dirimu.

Akhir kata dariku, terima kasih untukmu yg telah mengajarkan semuanya, telah memberi cerita dihidupku, telah memberi warna dihidupku, telah mengajarkan arti di cintai dan mencintai, telah mengajarkan arti kehilangan, patah.. Dan kini, aku tumbuh.. Bangkit sendiri, walau sulit, walau awalnya tak ikhlas, walau rasanya tak percaya. Tapi kini ku bahagia.

Meskipun Aku memang masih menyebut namamu dalam doaku. Tapi aku tak berharap lebih. Kelak, suatu hari ketika kamu merasa sepi dan tak tahu jalan pulang, jangan pernah mencari aku. Aku hanya mempertegas pernyataan terakhir mu waktu itu. Aku bukan lagi rumah tempatmu pulang. Aku sudah bukan jalanan yang bisa kamu lewati setiap waktu. Meski hati itu tak bisa kubohohongi, tapi aku bisa memaksa kan semuanya menggunakan logika.

Meskipun kamu sadar, bahwa akulah rumah terbaik mu untuk pulang. Setelah berpetulang meninggalkanku tanpa alasan, kamu akan sadar, akulah orang yang paling kamu harapkan. Namun meyakinkan diriku sendiri. Jalan kita lebih baik sendiri-sendiri.

Terimakasih untuk mu, kamu yg selalu aku cintai.

Dari aku yg selalu mencintaimu.