Yeah, sepertinya terlalu cepat waktu membuat segala keadaan kita berubah, padahal harapan kita belumlah tercapai, kau yang sempat kuyakini menjadi tujuan masa depan kini menjadi ragu dan tak lagi peduli akan KITA.

Sekarang, kau dan aku yang sempat begitu saling menyemangati juga saling menguatkan kini kau menjadi seperti orang asing, bahkan kau berniat untuk menjauh dan tak lagi ingin melihatku, mungkin.

Jika saja aku tahu bahwa keadaan akan secepat ini berubah, aku lebih memilih untuk tak pernah memulainya karna aku tahu sakit yang sama akan kurasakan untuk kesekian kalinya, aku tidak berpikir bahwa kau orang yang buruk untukku, namun kita yang sudah memilih untuk bersama juga saling menguatkan tidak sepantasnya menyerah dengan keadaan secepat ini.

Aku berusaha memperjuangkan KITA saat ini, berusaha menjaga keadaan agar tetap baik-baik saja, namun sayang sikapmu tak mencerminkan kau mnegharapakan aku melakukan ini, jadi lebih baik kupilih diam.

Segala keputusan yang kita buat, selalu memilki pertimbangan terlebih dahulu, aku hanya tidak ingin kau dan aku salah dalam mengambil keputusan hingga akhirnya menimbulkan penyesalan diantara kita, sungguh aku tak inginkan itu terjadi.

Advertisement

Yeah, kita sama-sama tahu bahwa masa depan bukanlah suatu yang mudah kita tuju, ada begitu banyak ujian untuk sampai disana, dan jika kita tidak saling menguatkan dan memahami, hanya memilih menyerah dengan keadaan begitu saja, maka tujuan kita tidaklah kan tercapai.

Karna kita tahu bahwa menggapai sebuah impian tak hanya dipasrahkan kepada tuhan begitu saja, tuhan juga inginkita berusaha dan berjuang menggapainya, karna hasil yang nantinya kita dapatkan adalah bukti dari usaha kita hari ini.

Pernahkah kau mengingat saat dimana pertama kali kau memintaku menggemggam tanganmu? juga memintaku menjadi penyemangatmu dalam menyiapkan masa depan? Ingatkah, semua pernyataan yang dulu kau nyatakan untukku? semoga saja kau tak lupa sedikitpun dari semua itu.