Kita memang pernah bersama, berjalan beriringan bersama. Kita pernah berbagi, berbagi rasa suka duka bersama. Kita pernah berjanji untuk selalu ada dan saling mencintai. Kita pernah berucap, kalau takdir tak akan memisahkan kita. Kita pernah bermimpi, bermimpi untuk bisa menjadi ayah dan ibu untuk anak kita kelak. Kita pernah melakukan semuanya, bersama.

Setelah berjalannya waktu, aku memperhatikan dirimu. Ada apa denganmu? Apa yang telah terjadi padamu? Mengapa kamu berubah? Dalam hati aku bertanya-tanya, mencoba mengingat masa lalu untuk menemukan jawaban, yang tak pernah ku dapatkan. Aku mencoba untuk menghiburmu, membuatmu bahagia dan mencoba untuk jauh mengerti keinginanmu. Usahaku untuk mendapatkan kembali dirimu yang dulu, sia-sia.

Lalu aku berpikir ulang, mencoba melihat situasimu dan situasiku. Tak banyak berubah, situasi kami masih sama seperti dulu. Kecuali satu, dia bertemu dengan perempuan lain. Aku sadar, kamu berubah setelah dia muncul dikehidupanmu. Dia adalah orang yang aku kenalkan kepadamu sebagai kawan lamaku.

Tega. Sungguh aku tak menyangka kamu berpaling begitu cepat. Awalnya aku tak rela kamu pergi dari pelukanku. Bagaimana dengan aku? Aku belum mampu melepaskanmu, namun kamu sudah melangkah pergi. Apakah hati ini lelucon yang bisa kamu mainkan? Semua kekesalan, penyesalan dan amarah ada pada diriku.

Namun, setelah aku berpikir dan merenung, ini yang terbaik. Selama ini ternyata kamu tak bahagia denganku, kamu bahagia bersamanya. Dialah yang mampu membuatmu bahagia, bukan aku. Aku pergi dan melepaskanmu, bukan karena aku kalah dalam pertarungan hati ini. Aku pergi karena aku mencintaimu, aku ingin melihatmu bahagia.

Advertisement

Setelah semua yang telah ku alami, aku harap kamu benar-benar bahagia tanpa diriku. Kamu harus bahagia bersamanya. Karena aku juga akan mencari kebahagianku sendiri, aku tak ingin terpuruk dan terus seperti kain lusuh penuh luka. Aku juga harus bisa bahagia, walaupun bukan bersamamu.