Hai, sayang
Senang melihatmu lagi. Tak banyak yang berubah, aku masih sangat mengenalmu. Lihatlah senyum ini membuncah saat kau tiba-tiba berdiri di depan pintu rumahku. Sudah lama tak ku alami masa ini. Kemarilah, duduk bersamaku. Akan aku ceritakan apa saja yang sudah kau lewatkan.

Puluhan bahkan ratusan malam aku habiskan hanya dengan bayangmu. Suaramu memang masih dapat kudengar, wajahmu pun masih sering aku lihat. Terima kasih pada teknologi yang saat ini berhasil menjadi kebutuhan tertinggi

Tapi kau tahu? Rindu tidak sesederhana itu

Aku nyaris putus asa dan berpikir bahwa aku tak mungkin menemukan ujung hubungan ini. Aku pikir jarak akan terus menjebak kita. Pertanyaan tentang kapan kita akan bersama lagi, terus menghimpitku. Langkahku selalu berat, saat aku sadar sudah sekian perjalanan aku lalui sendiri.

Kita selalu bertengkar, kau selalu bilang aku egois. Kau bilang aku membatasi pergaulanmu ketika aku selalu ingin tahu kamu sedang berada dimana. Kegelisahanku yang tak pernah kau tahu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja. Karena aku tak dapat membayangkan jika hal buruk terjadi padamu saat aku berada jauh darimu.

Advertisement

Kelemahanku adalah, aku takut. Aku takut rinduku tak berbalas.

Tak perlu diragukan tentang jumlah wanita yang berada disekelilingmu, yang mungkin akan mampu melengserkan posisiku. Aku benci membayangkannya. Tapi dunia pun mengakui bahwa itu adalah cobaan terberat yang harus dilalui pasangan pejuang jarak. Meski kau selalu berhasil menenangkan aku.

Sayang, terima kasih telah menjaga hatiku. Terima kasih sudah membawanya lagi kembali bersamamu. Begitupun aku, tak pernah barang sebentar aku ingin mengganti hati yang kau titipkan pada ku dengan hati yang baru. Terima kasih telah membayar lunas rinduku malam ini. Terima kasih, engkau mau kembali. Kembali ke rumah dan kembali menjadi rumah untuk ku.

Maaf aku tidak sanggup untuk berada jauh lagi dari kamu.

Apa kau pernah mendengar tentang cinta yang tak harus bersama? Cinta harus bersama, sayang. Karna cinta pun pasti akan selalu menemukan jalan untuk bersama.

Aku mohon, jangan biarkan aku melewatkan sisa hari ini sendiri lagi. Banyak tempat yang harus kita kunjungi. Banyak rencana yang harus kita bicarakan.

Percayalah padaku, semua akan terasa lebih mudah saat kita bersama. Jalan kita masih panjang. Mari berjalan beriringan. Toh tujuan kita sama.

Ku mohon, jangan pergi (lagi).