Selamat pagi, pagimu cerah bukan? Kini pagimu, kamu melihat dia di sampingmu, mengecup keningnya saat terbangun dan memeluknya. Dulu, akulah yang berharap akulah diposisi wanita beruntung itu. Tapi takdir berkata lain.

Awalnya, saat rumor kamu dijodohkan tersebar luas aku mengonfirmasinya padamu, tapi kamu selalu berkata belum. Saat itu aku tidak tahu apakah aku harus senang atau sedih sebab cepat atau lambat itu pasti akan terjadi. Sampai suatu hari aku mengonfirmasi lagi undangan yang sudah tersebar luas bbrapa minggu sebelum hari dimana kamu bukanlah lagi milikku.

Kamu tidak tau menau tentang undangan itu dan kamu mengonfirmasi ke calon mertuamu yang tidak lain adalah masih saudaramu sendiri, kemudian aku mendengr jawaban bahwa undangan itu benar adanya. Kau tau, malamku setelah kejadian itu adalah kelabu. Setiap setelah berbincang denganmu di telpon, aku hanya bisa meneteskan air mata

Aku selalu menikmati waktu bersamamu meskipun tidak jarang terjadi pertengkaran kecil antara kita. Benar, ketika kita mencintai orang layaknya esok dia akan meninggalkan kita, kita akan berusaha melakukan yang terbaik sebelum hal buruk itu terjadi, memberikan apa yang dia inginkan tanpa pikir panjang. Bahkan saat acara sakralmu aku datang, hanya untuk melihatmu juga senyummu dan memastikan kamu baik-baik saja.

Tidak mudah menerima suatu kenyataan yang tidak kita harapkan. Saat ini adalah delapan bulanmu meninggalkanku. Izinkan aku berkata jujur. Perasaanku padamu masih ada, sulit untuk ku lupakan semua tentangmu. Kamu, lelaki yang berhasil mendapatkan cinta terdalamku hingga membuatku lebih berhati-hati lagi dalam melangkah. Tapi, aku tidak bisa tetap pada halaman tentangmu, sebab jika tetap pada halaman tentangmu dan selalu ku ulangi kembali untuk membacanya, kapan aku akan membuka halaman baru? Sanggup tidak sanggup aku harus mencobanya.

Advertisement

Kini, aku ingin memberitahumu sesuatu. Ada lelaki yang menginginkan hatiku dan ingin menyembuhkannya. Bahkan dia ingin menjaganya. Sudah hampir sebulan aku menjalani bersamanya. Meskipun saat aku sedang bersamanya, terkadang ingatan tentangmu muncul kembali. Dia, tidak pernah sedikitpun inginkan aku bersedih, bahkan dia berencana melakukan hal yang wanita tunggu, yaitu mendatangi org tuaku dan meminta dengan caranya. Meskipun acara sakral mungkin akan terlaksana beberapa taun ke depan mengingat kami memiliki cita-cita yang harus digapai terlebih dahulu.

Aku mulai berusaha benar benar mencintainya. Aku tau, cinta terdalam telah aku berikan padamu. Tidak mungkin ada lagi cinta terdalam setelah itu. Karena aku tau, cinta terdalam hanya ada sekali dalam seumur hidup. Kamu memiliki ruang tersendiri di hatiku. Tapi aku tidak akan membiarkannya larut dalam perasaan itu lebih lama. Aku akan menyimpan semua tentangmu dan tetap menjalani hariku sebagaimana seharusnya, membuka setiap lembar kembali dan menuliskan hal baru.

Terimakasih atas semua yang sudah kita lalui, atas cintamu, perhatianmu, kesetiaanmu, pengorbananmu dan semua yang sudah kamu berikan dan kamu lakukan untukku saat kita bersama, maaf jika dulu kamu sering tersakiti oleh sikapku. Meskipun kini kita sudah masing-masing, aku berharap semua tentangku disimpan rapi di tempat terindah di tempatmu, di hatimu.