Hei, apa kabarmu masa lalu? Baikkah kau di sana ? bagaimana kisahmu dengannnya? Semoga saja kau sedang berbahagia bersamanya.

Jangan khqwatir, aku hanya sekedar mengingatmu saja, mungkin karena aku rindu. Yah…, aku merindukan segala tentang kita yang dulu ada.

Saat di mana kau selalu ada untukku, menjadi sosok kekasih juga sekaligus sahabatku berbagi suka duka, kau berbagi cerita apapun denganku, terbuka dengan segala kegelisahanmu dan aku juga yang menjadikanmu sosok sahabat tempatku berbagi cerita apapun.

Begitu manis kisah-kisah kita yang pernah ada, namun biar bagaimanapun kini kita telah dengan jalan masing-masing, memilih pasangan hidup yang berbeda, yeah hal yang tidak mungkin lagi kita bisa dipersatukan karna kutahu kau sudah ada dia, juga aku ada (dia) yang kutunggu dimasa depan dan PASTI itu bukan kamu.

Sekarang memang aku sedang menyendiri, lebih fokus memantaskan diri untuk dia yang segera hadir menghalalkanku, restuilah aku dengan siapun yang menjadi imamku kelak, semoga sosoknya tidak jauh lebih baik darimu, karena kutahu kaupun pantas kusebut terbaik.

Advertisement

Terima kasih, karena sering menghiburku selama ini dalam keadaan dukaku, saat sedihku kau hadir memberi tawa dan menyanyikan untukku beberapa lagu juga kau sampai sering mengejekku hanya untuk memberikan tawa dan melihatnya di bibirku, terima kasih karena kau membuatku selalu merindu semua itu.

Tak mengapa kita tak bersama, mungkin takdir Tuhan sudah seharusnya seperti ini untuk kita, dan sekarang pun aku juga tak lagi berharap apapun selain silaturahim sebagai saudara terjaga, dan kaupun juga berharap yang sama.

Semoga kau aku dia dan mereka (keluarga) senantiasa mendapat bahagia yang pantas. Aamiin.