Kumenyusuri pesisir pantai, di sini, di tempat ini kudapati diriku bersamamu berbagi kisah-kasih menyatu dalam suasana indahnya malam itu deru ombak menambah syahdu indahnya kebersamaan berbagi tawa dan canda. Sesekali kau dapatiku yang konyol karna tingkahku kaupun tidak dapat menahan tawa terbahak-bahak walau malu rasanya.

Melihatmu tertawa lepas setelah apa yang sudah kau lewati itu tidak membuatku merasa terhina malah membuatku merasa bangga karna hadirnya diriku bisa membuat bebanmu berkurang setidaknya walau hanya sementara. Kita pernah mengubur mimpi di sana dekat batu besar tempat dimana kita berfantasi, lucu rasanya walau hanya kaleng bir yang kau isi dengan pasir kau dengan cerewetnya,

"kita akan kubur di sini, nanti akan kita lihat seberapa jauh kita melangkah kaleng ini akan tetap terkubur tak lekang oleh waktu, mungkin ga ya ada yang gali, hihi"

Masih terlihat jelas dalam benakku betapa mencintanya, hanya kita di dunia yang luas dan tak berperasaan ini aku dan kau malam panjang kita lalui walau letih rasanya karna aktifitas kita siang hari demi melepas rindu kita tak hirau lagi .

Kini aku di sini menapakan kaki menyusuri pantai kemarin mencoba menyusuri jejak kaki kita dulu yang berjalan beriringan, sampai pada batu besar tempat dulu kita bermimpi di sana sudah tidak ada lagi kaleng berisikan pasir yang dikubur 2 insan yang dimabuk asmara.

Advertisement

Walau kau memilih bersamanya, kudoakan semoga mimpimu dan mimpinya bukan sekedar kaleng bir yang dikubur bahagialah kau dengannya memang kutersakiti tapi kuikhlaskan kau bersamanya semoga dia yang benar-benar membuatmu jatuh cinta dan kalian saling memiliki.

Biarkan tempat ini menjadi pelepas penatku untuk mengenang kita dulu