"Selalu ada pelangi setelah badai"

Jika pasangan lain mendefinisikan jodoh adalah kecocokan, mungkin itu tak pernah ada dalam hubungan kita. Kita sama sama tahu kita tak memiliki kecocokan apapun, kamu lebih suka menghabiskan waktu menonton film di bioskop atau sekedar jalan-jalan untuk menghilangkan kepenatan setelah beraktifitas. Sementara aku lebih suka di rumah, bermalas-malasan sambil mengunyah coklat kesukaanku. Jika kamu suka menjajaki tempat baru, aku lebih suka menjajaki makanan baru. Bukan hanya kesukaan, sikap dan sifat sampai cara menyelesaikan perkara pun berbeda.

"Layaknya dua manusia keras kepala yang saling jatuh cinta, hubungan ini memang harus kuat"

Ego membuat kita lebih mudah berdebat. Beberapa kali kita justru membuat badai berhembus semakin kencang. Memang sulit menyatukan dua orang yang sama-sama keras kepala. Tapi kita sama sama tahu, kita tak pernah menyerah. Mungkin ini bagian kehebatan cinta. Ego kita harus siap bertekuk lutut dan hati kita harus saling memeluk bukan hanya untuk menanti badai reda, tapi untuk tetap berjalan ketika badai.

"Beberapa kali kita justru membuat badai berhembus semakin kencang, tapi cinta ini tak pernah goyah sedikitpun"

Advertisement

Harus ku akui berjalan bersamamu memang tak mudah. Tak seperti yang dulu dulu, aku yang terbiasa melakukan segala hal sendiri harus berubah haluan menjadi wanita yang mau mempertimbangkan banyak hal untuk mengambil satu keputusan kecil. Bersamamu memang berbeda, penuh warna, sesekali drama dan juga tawa.

Bersamamu adalah hal yang mungkin tak terpikirkan, bagaimana mungkin aku bisa berjalan dengan laki laki keras kepala dan mudah marah sepertimu, dan kamu bisa bertahan dengan wanita ceroboh yang terbiasa melakukan banyak hal tanpa pertimbangan. Entah apa pun alasannya, bertengkar, beradu argumen, menangis, saling menatap sampai tertawa kecil selalu jadi hal tak terlupakan.

"Tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, mentari selalu bersinar tapi kita selalu yakin selalu ada pelangi setelah badai "

Kita sudah melalui banyak episode, mulai dari tawa hingga air mata. Cinta membuat kita tetap bertahan, tak pernah sedikitpun berfikir ingin saling meninggalkan. Punggungmu tak pernah berjalan menjauh, sebaliknya senyum dan tawamu selalu jadi obat kelelahanku.

Kamu tahu bukan, beriringan denganmu itu seperti butuh asupan gizi yang lebih dari cukup. Mungkin aku harus menghabiskan makananku dua kali lebih banyak dari biasanya, agar selepas bertengkar kita dapat tertawa lepas dua jam setelahnya. Kita sama-sama tahu selalu ada pelangi setelah badai, selalu ada tawa setelah pertengkaran. Keyakinan ini membuatku selalu merindukan pelangi, seperti halnya menunggu tawamu pecah setiap kali kita bertengkar.

Badai memang tak henti menerjang kita, tapi selama denganmu aku tak pernah takut menghadapi kejamnya dunia.