Lelah menghampiri saat kurasa semua masalah datang secara bertubi-tubi. Raga menjadi lemah, dan otak seakan berputar-putar seperti sebuah roda sepeda yang dikayuh entah kemana. Rasanya ingin sekali berteriak, namun apa daya banyak manusia disekeliling kita. Tangan ingin melambai tanda tidak kuat, tapi kurasa aku masih mampu. Tak ada satupun orang yang bisa merasakan apa yang kita rasakan. Merasa hanya diri sendiri yang mengerti. Iya, Semuanya hanya kita yang tahu, bukan tak ingin orang lain tahu melainkan kita hanya berfikir bagaimana orang lain hanya bisa berbicara sabar tanpa memberi banyak solusi.

Aku lelah tuhan, ijinkan aku bersandar walau hanya beberapa detik saja..

Aku paham mengapa Engkau memberikan cobaan yang luar biasa hebat kepadaku melainkan aku cukup mampu menghadapinya. Tapi tidakah kau beri sedikit saja untukku agar bisa bernafas walau hanya sejenak. tak bermaksud untukku mengeluh, tapi kini hatikupun ikut piluh. Rasa bimbang, cemas akan setiap masalah yang ada.

Kau beriku maslalah yang bertubi-tubi, dan aku hanya bisa meratapi diri..

Terkadang sempat terlintas dalam benak, mengapa Kau tak adil pada dirikiu. Mengapa hanya aku, aku dan aku yang harus merasakan semua getir hingga pilunya hidup. Aku pun sama seperti manusia biasanya. Aku bisa lelah, gundah gulana hingga menyerah. Aku ingin sekali bahagia, seperti yang lainnya.

Advertisement

Bolehkah ku pinta padamu Tuhan untuk tetap membiarkan bibir ini tersenyum dihadapan semuanya. Tak ingin seorangpun tahu tentang isi hati dan pikiranku lewat air mata yang selalu berusaha ku tahan agar tidak jatuh. Tuhanku yang maha pengasih dan maha penyayang, kuatkanlah hati ini untuk bisa menerima semuanya.

Maaf bukan inginku seperti ini, tapi ijinkan aku tuk berbicara lewat tulisan ini

Maafkan sekali lagi atas berjuta keluhan hambamu ini. Bukan tak ingin banyak mensyukuri nikmat yang kau beri, melainkan hanya saja ingin mengungkapan hati lewat tulisan ini. Ku harap, Semoga enggkau tak memberi ajab yang begitu pedih.

Sekali lagi tak pernah luput ku berterima kasih atas semua sakit dan nikmat hidup yang Kau beri. Maafkan hambamu atas keluh kesah ini. Bolehkah ku memnita secara berulang-ulang, semoga Kau bisa menyelesaikan semua masalahku hingga aku bisa bernafas sejenak dari semua sikap lelah ini. Kau bisa melihat caraku mencintai-Mu, dengan selalu berdoa, menjalankan semua perintah-Mu dan menjauhkan semua larangan-Mu.

Dariku,

Hambamu yang hina ini