Tujuan mendaki gunung adalah turun gunung

Gunung Betung

Thanks a lot friends

Buat waktu, dan kebersamaan,

Mendaki, bukan semata berlomba siapa yang lebih dulu sampai puncaknya

Advertisement

Tapi tentang kebersamaan dalam pendakian, naik gunung juga bukan sekedar istirahat di tenda, tapi di mana kita bisa mengetahui sifat masing-masing. Saling mendukung dan menyemangati, mensupport keadaan fisik satu sama lain.

Perjalanan extrim yang dilalui bersama

Tolong menolong bersama hingga sampai pada puncaknya.

Amazing

Saat mendaki, zona nyamanku didobrak sekuat-kuatnya. Dengan kemampuan yang terbatas aku harus bertahan agar bisa terus berjalan. Sakit kaki dan kelelahan yang kurasakan hanya bisa diganjar istirahat yang sebentar. Setelah itu, aku dan kawan-kawan harus kembali melangkahkan kaki agar tak terlambat sampai ke lokasi perkemahan.

Di gunung sana, aku belajar makna sebenarnya dari kerja sama. Bekal yang dibawa sendiri itu dibagi untuk rekan setim yang lapar dan kelelahan. Aku yang sebenarnya sama capeknya harus berteriak menyemangati rekan-rekan lain agar mereka tak menyerah. Sebaliknya, ketika aku sudah tak benar-benar kuat lagi, aku tak boleh gengsi untuk meminta istirahat. Inilah yang kumaksud dengan mengetahui batasan-batasan kemampuan diriku.

Lebih jauh lagi, mendaki adalah suatu bentuk penghargaanku kepada Tuhan. Kaki dan tangan yang telah dianugerahkan-Nya padaku tak akan kusia-siakan dengan cuma bermalas-malasan. Aku menggunakan mereka sebagaimana kodratnya: bergerak demi kebaikan hidup manusia.

Perjalanan ini juga akan menyadarkanku betapa kecilnya diriku dibandingkan ciptaan-Nya yang lain di dunia ini. Dari gunung itu, aku akan diingatkan: betapa aku sebagai manusia hanya butiran pasir jika dibandingkan dengan kemegahan alam yang terbentang di depan mataku ini.