Jakarta, 01 Juni 2016

Kurang lebih sudah satu bulan kita lose contact, sejak kepergianku akhir April lalu. Apa kabar kamu? Ya kamu yang di sana. Semoga dalam keadaan sehat ya.

Kamu tahu? Sudah ada berapa tumpuk stok rindu yang di hatiku karena sudah satu bulan tidak dikirimkan padamu? Sebulan yang lalu stok rindu ini tak sebanyak sekarang, karena kita setiap harinya selalu bertemu di satu tempat yang sama. Bersama dengan yang lain, manusia-manusia yang masih mencari rupiah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bodohnya aku merindukanmu. Apakah kamu merindukanku juga? Atau setidaknya teringat padaku dan semua kenangan tentang kita? Pertanyaan yang akhir-akhir ini selalu berputar-putar di otakku. Mungkin ini akan terdengar bodoh dan hiperbolis. Hanya saja, setiap kali aku melihat motor butut berwarna oranye, aku teringat padamu. Setiap kali aku melewati depan gang rumahku, aku teringat padamu.

Setiap kali aku melihat penjual kue pancong, aku teringat padamu karena kamu menyebut kue pancong sebagai ‘kue cinta’. Sampai akhirnya, setiap kali aku mendengar lagu yang berjudul Love Me Like You Do dari Ellie Goulding di malam hari sebelum tidur, mataku meneteskan air.

Advertisement

Apakah kamu merasakan hal yang sama? Mengingatku ketika kamu menuju ke kantor dan melewati jalanan yang sama yang dulu pernah kita lewati berdua ketika kamu memboncengku ke kantor. Atau ketika kamu singgah di warteg langgananmu di pagi hari dan sarapan di sana, sekedar merasakanku yang duduk disampingmu yang dulu memesan mie goreng dan bakwan jagung. Atau ketika kamu tiba di kantor dan melihat meja kerjaku yang sekarang sudah diduduki oleh orang lain.

Untuk sekedar melihatku, sosokku sejenak yang pernah tersenyum manis padamu di pagi hari. Atau sekedar melihat nomor handphone-ku yang dulu sering kau telepon di sore hari lalu kita terlibat obrolan ngalor-ngidul yang membahagiakan? pernahkah?

Aku terlihat bodoh. Aku terdengar bodoh. Aku merasa bodoh. Karenamu. Amnesia. Itulah harapku. Seandainya bisa, aku ingin amnesia sebagian. Sebagian ingatanku tentangmu selama 3,5 tahun hilang. Entah aku harus pergi sejauh apa lagi supaya otakku ini melupakanmu, karena kenyataan yang kudapat adalah kamu sudah lebih dulu melupakanmu oleh kehadiran malaikat kecilmu.